Wisata Curug Tilu Sukabumi Berubah Mencekam, Pemuda 18 Tahun Diduga Tenggelam Saat Berwisata

Tangkapan layar Video amatir warga insiden tenggelamnya wisatawan di Curug Tilu, Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Foto: Warga

 

KABANDUNGAN, sukabumiinside.com ||  Suasana wisata alam Curug Tilu yang berada di kawasan Perkebunan Jayanegara, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam usai seorang wisatawan muda dilaporkan tenggelam, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Korban diketahui bernama Pasa (18), warga Kampung Cicareh RT 04 RW 01, Desa Cicareh, Kecamatan Cikidang. Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat korban berada di area aliran air curug tanpa kemampuan berenang yang memadai.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, insiden bermula ketika korban diduga terpeleset dan terseret arus deras di kawasan wisata tersebut. Sejumlah pengunjung yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus serta kondisi perairan yang cukup berbahaya membuat upaya penyelamatan tidak berhasil, hingga korban dinyatakan hilang tenggelam.

Laporan kejadian kemudian diteruskan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, yang langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan unsur terkait.

Tak lama berselang, tim gabungan yang terdiri dari unsur Kecamatan Kabandungan, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, hingga pengelola wisata langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen awal sekaligus memulai upaya pencarian.

Hingga Selasa sore, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Tim gabungan menyisir area sekitar lokasi kejadian dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang cukup menantang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pengunjung wisata alam agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat berada di kawasan air terjun atau aliran sungai yang memiliki arus deras dan risiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak berenang atau bermain air tanpa kemampuan dan pengawasan yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlanjut di lokasi kejadian.

Sumber: P2BK Kabandungan
Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *