BANTARGADUNG, sukabumiinside.com | Aksi puluhan warga di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 40 detik yang beredar luas, warga terlihat kompak melakukan penambalan jalan rusak secara swadaya, sebuah potret gotong royong yang sekaligus menyiratkan kekecewaan mendalam.
Tak hanya aksi, suara dalam video itu juga menyita perhatian. Perekam video yang di unggah oleh @Faisal melalui akun Facebook melontarkan kritik kepada pemerintah daerah, bahkan menyebut langsung sosok bupati.
“Lihat tuh Pak Bupati, jangan cuma pas ada maunya aja baru datang, Dulu sudah dipilih, tapi malah tidak peduli,” ucapnya dengan nada kesal, Sabtu (27/6/2026).
“Turun Pak Bupati, turun dong, Jalannya jelek banget begini,” sambungnya.
Video tersebut langsung menyedot perhatian publik, ditonton ratusan kali dan dibanjiri beragam komentar, mulai dari dukungan terhadap warga hingga kritik terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Aksi tambal jalan itu disebut terjadi di Desa Bantargadung. Warga memilih bergerak sendiri lantaran kondisi jalan yang dinilai membahayakan dan tak kunjung diperbaiki secara optimal.
Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, membenarkan, Video viral itu berada di wilayahnya. “Benar itu Wilayah saya, Sebetulnya dari pemdes bantargadung sudah berupaya melalui proposal ke perkim namun belum ada jawaban barusan saya tlpon ke om sandi mudah mudahan kedepanya di realisasikan itu aja harapanya,” katanya.
Sementara itu, Camat Bantargadung membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut merupakan jalan desa di wilayahnya. Ia menjelaskan, ruas jalan itu memiliki peran penting karena menghubungkan sejumlah desa bahkan lintas kecamatan.
“Ya, itu jalan Desa Bantargadung, meski fungsinya menghubungkan empat desa di dua kecamatan, yakni Bantargadung dan Warungkiara,” ujarnya, Sabtu (27/6).
Menurutnya, jalan tersebut sebenarnya sudah pernah mendapatkan penanganan melalui program Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) pada 2023 dan 2024.
“Ruas Pasapen–Citamiang ini menghubungkan lima desa. Panjangnya sekitar 1 sampai 2 kilometer, dan sudah pernah diintervensi melalui program jalan lingkungan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna jalan tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Warungkiara. Bahkan sempat ada rencana kerja sama antar desa untuk perbaikan jalan, namun tidak terealisasi.
“Dulu sempat direncanakan kerja sama dengan empat desa di Warungkiara, tapi tidak jadi karena masing-masing tidak siap menganggarkan. Tahun 2024 akhirnya diintervensi oleh Disperkim,” tambahnya.
Menanggapi kondisi terkini, pihak kecamatan mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Koordinasi ke Dinas PU untuk tempuh mekanisme dan prosedur pelimpahan kewenangan menjadi status jalan Kabupaten.
“Saya sudah berkoordinasi ke Dinas PU untuk tempuh mekanisme dan prosedur pelimpahan kewenangan menjadi status jalan Kabupaten karena itu jalan poros penghubung 5 Desa di 2 Kecamatan Bantargadung dan Warungkiara,” pungkasnya.
Meski begitu, viralnya video ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan infrastruktur di wilayah tersebut masih menjadi sorotan serius warga. Di satu sisi, gotong royong warga patut diapresiasi. Namun di sisi lain, kritik yang muncul menjadi pengingat bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah masih tinggi, terutama dalam hal pemerataan pembangunan.
Redaktur: Juliansyah






