CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Proses Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi tahun 2026 kini resmi memasuki tahap kedua. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, mulai dari jalur prestasi hingga domisili.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa tahapan awal seleksi telah selesai dilaksanakan.
“Alhamdulillah hari ini tahapannya sudah memasuki tahap kedua. Kemarin tahap pertama itu jalur prestasi, kemudian jalur afirmasi, dan jalur mutasi sudah selesai dan sudah diumumkan,” kata Deden, Kamis (25/6/2026).
Saat ini, lanjutnya, proses seleksi berlanjut ke tahap jalur domisili yang tengah berlangsung selama tiga hari ke depan. Setelah itu, hasil akhir akan diumumkan secara menyeluruh.
“Hari ini sudah mulai ke tahap kedua yaitu jalur domisili. Ini sedang berproses tiga hari ke depan, dan selanjutnya pengumuman secara utuh akan dilaksanakan dengan daftar orang tua pada 1 sampai 4 Juli,” jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian PCMB dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Mudah-mudahan mohon doanya, proses pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Sukabumi bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Terkait adanya keluhan dari orang tua siswa mengenai sistem PCMB, Deden menegaskan bahwa seluruh proses telah memiliki mekanisme yang jelas dengan empat jalur penerimaan yang tersedia.
“Bahwa PCMB itu ada beberapa siswa yang memang tidak masuk, mungkin ada yang ingin disampaikan. Hari ini mekanismenya sudah jelas, empat jalur tadi yang bisa ditempuh,” katanya.
Ia juga mengakui adanya ketimpangan daya tampung antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, sekolah di wilayah utara dengan kepadatan penduduk tinggi mengalami persaingan ketat, sementara sejumlah sekolah di wilayah selatan justru masih kekurangan peserta didik.
“Walaupun memang ada beberapa sekolah di utara yang karena kepadatan penduduknya sangat tinggi, kemudian di selatan masih kekurangan murid. Jadi variatif,” ungkapnya.
Sebagai solusi, Disdik mendorong orang tua untuk mempertimbangkan pilihan pendidikan lain, termasuk sekolah swasta yang juga mendapat dukungan bantuan operasional sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Bagi orang tua yang hari ini tidak berkesempatan, kita masih punya sekolah swasta yang cukup baik. Mereka juga diberikan bantuan operasional sehingga tidak memberatkan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi ke depan, khususnya pada wilayah dengan tingkat antusias tinggi agar kapasitas rombongan belajar (rombel) dapat ditingkatkan pada tahun ajaran berikutnya.
Di sisi lain, Disdik Kabupaten Sukabumi juga menanggapi isu adanya dugaan kendala dan laporan masyarakat terkait sistem PCMB. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah membuka posko layanan aduan.
“Kalau ada beberapa kendala dan masukan ke kami, makanya kami membuka posko layanan aduan dari masyarakat,” kata Deden.
Ia menambahkan, karena sistem PCMB SMP sudah berbasis online, tentu terdapat sejumlah kendala teknis yang muncul di lapangan. Untuk jenjang SD, sebagian proses masih dilakukan secara langsung.
“Kami sudah berkomunikasi dengan para pimpinan wilayah kecamatan untuk membantu sosialisasi, termasuk melalui media dan layanan lainnya,” pungkasnya.
Redaktur: Juliansyah






