Bupati Sukabumi Sentil Keras Soal Data: Jangan Sampai Orang Kaya Dapat BLT

Bupati Sukabumi H Asep Japar saat diwawancara awak media usai menghadiri Pencanangan Ekonomi 2026, di Aula Disdik. Kamis (25/6/2026). FOTO// Juliansyah

CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Bupati Sukabumi H. Asep Japar melontarkan peringatan tegas kepada masyarakat dan petugas pendataan usai menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/6/2026). Satu pesan yang ditekankan orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu terdengar lugas: jangan bermain-main dengan data.

 

Bacaan Lainnya

Menurut Asep Japar, keakuratan data menjadi pondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus memastikan program bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

 

“Kepada masyarakat ketika nanti didata, berikan data yang betul-betul akurat. Jangan sampai nanti diumpet-umpetin. Saya ingin jelas supaya nanti kita punya data yang akurat,” Katanya, Kamis (25/6).

 

Bupati menilai persoalan data bukan sekadar urusan administrasi semata. Dampaknya dapat merembet pada banyak sektor, mulai dari bantuan sosial hingga layanan kesehatan masyarakat.

 

Ia mencontohkan, ketidaksesuaian data dapat memunculkan kondisi yang tidak adil di tengah masyarakat. Bantuan yang seharusnya diberikan kepada warga yang membutuhkan justru berpotensi salah sasaran.

 

“Ketika BLT diberikan kepada yang kaya, kan itu salah. Nah itu jelas salah. Termasuk PBI juga. Ketika data kesehatan yang salah, nantinya orang yang kaya dikasih BPJS,” Tegasnya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa validitas data memiliki peran besar dalam menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan.

 

Tak hanya kepada masyarakat, Bupati Sukabumi juga memberikan penekanan khusus kepada petugas sensus yang akan terjun langsung ke lapangan. Ia meminta seluruh proses pendataan dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

 

“Saya sudah tekankan, jangan main-main di data, itu aja,” Pungkasnya.

 

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menghadirkan potret riil kondisi ekonomi masyarakat, sehingga berbagai program pembangunan dan bantuan pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Pesan Bupati Sukabumi pun sederhana, namun mengandung makna besar: data yang benar akan melahirkan kebijakan yang tepat, sementara data yang keliru bisa memunculkan ketidakadilan.

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *