WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan, menyatu dalam semangat kebersamaan menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah, tahun 2026. Bukan sekadar perayaan tahun baru Islam, momentum ini menjelma menjadi panggung kepedulian, di mana ratusan anak yatim menjadi pusat perhatian dan kasih sayang.
Di tengah suasana religius yang hangat, santunan kepada anak yatim disalurkan langsung oleh Bupati Sukabumi melalui Camat Warungkiara, H. Toni Sugiarto. Namun lebih dari itu, kegiatan ini terasa sebagai denyut nadi kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.
Sejak pagi, gelombang manusia dari 12 desa di Kecamatan Warungkiara mulai bergerak. Mereka berjalan kaki, beriringan, membawa semangat yang sama. Anak-anak dengan wajah ceria, para orang tua, hingga tokoh masyarakat larut dalam pawai akbar menuju masjid besar yang berada tak jauh dari Kantor KUA Warungkiara.
Lantunan shalawat menggema, berpadu dengan sorak kebersamaan yang membelah jalanan desa. Momen ini bukan hanya meriah, tetapi juga menyentuh seolah mengingatkan bahwa Muharram bukan sekadar pergantian waktu, melainkan ajakan untuk memperkuat kepedulian.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud kepedulian kita bersama. Semoga santunan ini bisa meringankan beban dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak kita,” tutur Camat Warungkiara, H. Toni Sugiarto, Sabtu (27/6/2026).
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa, kolaborasi lintas elemen turut menguatkan. Selain pemerintah kecamatan, sejumlah stakeholder seperti Staff Kecamatan Warungkiara, MTM Warungkiara dan Klinik Ami Medika ikut ambil bagian, menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama.
Kebersamaan dari 12 desa yang terlibat menjadi potret nyata kuatnya nilai gotong royong di Warungkiara. Tak ada sekat, semua melebur dalam satu tujuan, berbagi kebahagiaan.
Di tengah hiruk pikuk dunia yang kian individualis, Warungkiara justru menunjukkan wajah lain, wajah yang hangat, peduli, dan penuh empati. Muharram di sini bukan hanya diperingati, tetapi dihidupkan.
Dan di hari itu, di antara langkah kaki ribuan warga dan doa yang terpanjat, terselip harapan sederhana agar kebahagiaan kecil yang dibagikan hari ini, mampu menjadi cahaya besar bagi masa depan anak-anak yatim.
Redaktur: Juliansyah






