CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, angkat bicara terkait video yang viral di media sosial memperlihatkan aliran sungai berwarna hijau yang diduga tercemar limbah batu hijau.
Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Dede Nuryadin saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa lokasi sungai yang terlihat dalam video tersebut berada di wilayah Desa Bojong. Menyikapi informasi yang beredar, pihak pemerintah desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
“Kami langsung mengecek ke lokasi setelah adanya video yang beredar. Memang benar lokasinya berada di wilayah Desa Bojong,” kata Dede kepada sukabumiinside.com, Jumat (17/7/2026).
Setelah melakukan peninjauan, sambung Dede, pemerintah desa juga memberikan teguran kepada para pengusaha yang beraktivitas di sekitar lokasi agar tidak membuang limbah ke aliran sungai.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan agar pencemaran lingkungan tidak kembali terjadi dan kualitas air sungai tetap terjaga.
“Kami sudah mengingatkan dan menegur seluruh pengusaha agar tidak membuang limbah ke sungai. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Desa Bojong juga mengimbau seluruh pelaku usaha untuk mengelola limbah sesuai aturan yang berlaku dan menjaga kelestarian lingkungan. “Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan dugaan pencemaran sungai agar dapat segera ditindaklanjuti bersama pihak terkait,” pungkasnya.
Dikabarkan sebelumnya, Warga Kampung Bungur Pandak, RT 04 RW 02, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger setelah sebuah video memperlihatkan kondisi air sungai yang berubah warna menjadi hijau viral di media sosial.
Sungai yang selama ini menjadi andalan masyarakat, terutama saat musim kemarau, kini justru memicu kekhawatiran. Dalam video yang beredar, seorang warga terdengar mengungkapkan kegelisahannya sambil merekam kondisi air yang tampak tidak normal
“Aduh Bapak, lihat air ini. Air yang diandalkan oleh masyarakat di musim kemarau seperti ini keadaannya. Coba Bapak tolong tindak lanjuti ini, soalnya warga mau pada memakai (air ini). Tidak tahu lagi harus bagaimana,” ucap perekam video, Jumat (17/7/2026).
Redaktur: RAG






