BANDUNG, sukabumiinside.com | Tongkat kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat resmi berada di tangan Tantan Sulthon untuk periode 2026–2031. Pelantikan jajaran pengurus baru yang berlangsung di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan profesionalisme insan pers di Jawa Barat.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, unsur pemerintahan, pengurus PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam arahannya, Akhmad Munir mengingatkan bahwa menjadi pengurus PWI bukan sekadar memperoleh posisi dalam organisasi. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan profesi wartawan, mempertahankan marwah organisasi, serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada pengurus harus dijalankan secara sungguh-sungguh dan dipertanggungjawabkan hingga akhir masa kepengurusan.
“Kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima hari ini sebagai pengurus nantinya harus dipertanggungjawabkan di akhir masa bakti,” kata Akhmad Munir.
Menurutnya, PWI memiliki peran strategis dalam menjaga kemerdekaan pers, meningkatkan kecerdasan masyarakat, serta mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan nasional.
Dengan jumlah anggota secara nasional yang telah melampaui 30 ribu orang, Akhmad Munir menilai penguatan kapasitas dan kualitas wartawan harus menjadi perhatian utama organisasi.
Ia juga mendorong terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang produktif antara insan pers dengan pemerintah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung penyebarluasan informasi yang mencerdaskan sekaligus mendorong kemajuan daerah.
“Pers harus berjalan bersama dengan pemerintah untuk tujuan sama mencerdaskan masyarakat, dan turut membangun bangsa dan negara, khususnya saat ini membangun Jabar,” ujarnya.
Akhmad Munir menambahkan, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan pembangunan Jawa Barat yang lebih baik.
“Sebuah keharusan para stakeholder untuk saling bekerja sama ketika kita memiliki tujuan yang sama untuk kebaikan Jabar, bangsa, dan negara,” katanya.
Usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031, Tantan Sulthon menegaskan bahwa pelantikan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi pers bagi masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PWI Pusat, seluruh jajaran PWI Jawa Barat, pengurus PWI kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Tantan, tantangan organisasi ke depan tidak cukup dijawab dengan kegiatan seremonial. Dibutuhkan kerja nyata, kebersamaan, dan komitmen seluruh anggota untuk menjaga eksistensi serta kehormatan profesi wartawan.
“Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi ini harus menjadi awal kita untuk terus membangun pers,” ungkapnya.
Tantan mengungkapkan, PWI Jawa Barat memiliki kekuatan organisasi yang cukup besar, dengan sekitar seribuan anggota yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, terdapat empat kelompok kerja di Bandung yang turut menjadi bagian dari kekuatan organisasi.
Potensi tersebut, lanjutnya, akan menjadi modal untuk memperluas peran PWI dalam berbagai sektor pembangunan di Jawa Barat.
Ia juga membuka ruang kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, kemitraan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab pers dalam mengawasi kebijakan dan program pemerintah.
“Kita juga memiliki niat baik untuk membesarkan, untuk menjadi mitra Pemprov Jabar. Tentunya pemerintah punya kinerja, partisipasi, dan kita punya kewajiban untuk terus mengawal,” ujarnya.
Tantan menegaskan, hubungan kemitraan antara PWI dan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai penghilangan fungsi kontrol sosial pers. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta, termasuk dalam mengawasi jalannya pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan pesan kepada jajaran pengurus PWI yang baru dilantik. Ia menyoroti pentingnya menjaga objektivitas dalam setiap produk jurnalistik.
Dedi menilai PWI mempunyai posisi penting dalam perkembangan pers Indonesia, mengingat organisasi tersebut memiliki sejarah panjang dalam perjalanan profesi kewartawanan nasional.
“PWI organisasi tertua di Indonesia, organisasi terbesar untuk objektif dalam menyajikan pemberitaan,” kata Dedi.
Ia mengingatkan bahwa objektivitas merupakan prinsip penting yang harus melekat dalam kerja jurnalistik, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan dinamika komunikasi publik.
Pelantikan kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026–2031 ini sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon.
Ke depan, kepengurusan tersebut diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, menjaga independensi pers, serta membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan demikian, PWI Jawa Barat tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya insan pers, tetapi juga mampu menjalankan peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, menyampaikan informasi yang mencerdaskan, dan mengawal kepentingan publik, (RAG).
Sumber: PWI Sukabumi






