CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Insiden perkelahian antarsiswa terjadi di lingkungan salah satu SMPN di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Seorang siswa yang menjadi korban sempat mengalami mimisan setelah dipukul hingga kemudian dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Informasi sementara mengenai kejadian tersebut disampaikan M. Aris Nugraha, salah seorang guru di sekolah tersebut. Ia mengatakan, peristiwa bermula dari perselisihan antarsiswa yang dipicu perkataan yang dianggap menyinggung salah satu siswa.
“Si korban ini kan ada perkataan yang menyinggung kepada si pelaku, yang akhirnya emosi, amarah si pelaku, jadi terjadilah pemukulan,” kata Aris saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Menurut Aris, pihak sekolah langsung mengambil tindakan setelah mengetahui kejadian tersebut. Korban terlebih dahulu dibersihkan dan mendapatkan penanganan awal.
“Pada saat itu kami sebagai guru langsung memberikan tindakan, terutama kepada korban. Korban dibersihkan dulu sementara,” ujarnya.
Sementara siswa yang diduga melakukan pemukulan dipanggil untuk dimintai keterangan. Orang tua siswa tersebut juga langsung dihubungi pihak sekolah.
Aris menjelaskan, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, korban diantar pulang, sementara siswa lainnya dibawa pulang oleh orang tuanya.
Persoalan tersebut semula direncanakan akan diselesaikan melalui mediasi antara kedua pihak pada hari berikutnya.
Namun, kondisi korban kemudian berubah. Aris menyebut korban mengalami muntah setelah sebelumnya sempat pulang.
“Rencananya tadinya mau dimediasi besok hari. Tapi ternyata korban ada keluar muntah dan langsung berhubungan dengan si pelaku, lalu dibawalah ke RSUD Sekarwangi,” katanya.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Sekarwangi bersama siswa yang diduga terlibat dalam pemukulan dan orang tuanya.
Aris menyebut pihak sekolah bersama kedua keluarga kemudian berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Menurutnya, pihak keluarga siswa yang diduga melakukan pemukulan menyatakan kesiapan menanggung biaya pengobatan yang muncul akibat kejadian tersebut.
“Si pelaku juga siap menanggung segala beban yang akan diberikan di pengobatan yang terjadi saat ini. Apapun, berapapun siap,” Imbuhnya.
Pihak sekolah, lanjut Aris, mengambil posisi sebagai mediator antara kedua belah pihak. Sekolah juga berencana membuat surat pernyataan terkait penyelesaian persoalan secara kekeluargaan.
“Kami sebagai pihak sekolah mungkin hanya memediasi dan membuatkan surat pernyataan bahwasanya tidak akan dibawa ke ranah hukum, tapi secara kekeluargaan dan siap membiayai segala sesuatu yang ditimbulkan dari akibat ulah anaknya tersebut,” Tuturnya.
Aris menegaskan, keterangan tersebut merupakan kronologi sementara berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah.
Terpisah, muncul informasi mengenai tas milik salah seorang siswa yang tertinggal dan kemudian diamankan oleh guru. Namun, berdasarkan keterangan Aris, pemicu langsung perkelahian yang diketahui pihak sekolah berkaitan dengan perkataan yang dianggap menyinggung hingga memicu emosi siswa lainnya.
Dengan demikian, pihak sekolah menyebut kejadian tersebut sebagai perkelahian antarsiswa yang terjadi setelah adanya perselisihan.
Hingga berita ini ditulis, kondisi kesehatan korban setelah mendapatkan pemeriksaan di RSUD Sekarwangi belum dijelaskan secara rinci oleh pihak sekolah.
Pihak sekolah masih melakukan penanganan dan mediasi terhadap kedua siswa serta keluarga masing-masing agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Catatan: Identitas siswa dan nama lengkap sekolah tidak dicantumkan untuk menjaga privasi serta perlindungan anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Redaktur: Juliansyah






