Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Tak Cukup Bangun Gedung, Wabup Soroti Kualitas Pembelajaran dan Teknologi Digital

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas pada Open House Sekolah Hasil Revitalisasi Tahun 2026 di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). | Foto: Istimewa

 

 

Bacaan Lainnya

KABUPATEN SUKABUMI, sukabumiinside.com | Revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, serta mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi Tahun 2026 yang digelar di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang untuk melihat hasil pelaksanaan revitalisasi sekolah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas.

Menurut Andreas, peningkatan sarana pendidikan harus diikuti dengan pengelolaan fasilitas yang baik, inovasi tenaga pendidik, serta kesungguhan seluruh pihak dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung program revitalisasi sekolah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dinilai penting agar peningkatan kualitas pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa Open House Sekolah Hasil Revitalisasi Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperlihatkan hasil pelaksanaan program sekaligus mendorong keterbukaan informasi mengenai pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa hasil revitalisasi dapat diketahui, dipahami, dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, hasil revitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan. Fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Andreas juga mendorong kepala sekolah dan guru agar terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan fasilitas pendidikan secara optimal. Kehadiran teknologi digital pun diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan dan mendukung metode pembelajaran yang lebih adaptif.

Tak hanya kepada tenaga pendidik, pesan juga disampaikan kepada para siswa. Andreas mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas sekolah, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menggunakan teknologi untuk memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan tanggung jawab juga menjadi unsur penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Karena itu, fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi perlu dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh siswa maupun warga sekolah lainnya.

Ia berharap, revitalisasi sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan potensi peserta didik.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *