CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Mencegah lebih baik daripada menghadapi musibah. Prinsip itulah yang kini terus digaungkan Kapolsek Cikembar, IPTU Yadi Suryadi, S.H., M.Si., melalui gerakan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini.
Alih-alih hanya bergerak saat terjadi peristiwa, Polsek Cikembar memilih memperkuat langkah preventif dengan menyebarkan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, baik di rumah tinggal maupun tempat usaha.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan seluruh kabel yang digunakan masih dalam kondisi layak. Warga juga diminta tidak mengabaikan penggunaan kompor dengan selalu memastikan api benar-benar padam setelah selesai memasak.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari sumber api.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polsek Cikembar juga mendorong setiap rumah maupun tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sehingga dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat. Perhatian juga diberikan terhadap potensi kebakaran lahan.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar tanaman karena selain berisiko memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga dapat berujung pada sanksi hukum.
Kapolsek Cikembar, IPTU Yadi Suryadi, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari kerugian akibat kebakaran.
“Ingat! Cegah kebakaran sebelum terjadi. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas IPTU Yadi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menghadapi situasi darurat.
Melalui kampanye ini, Polsek Cikembar berharap budaya sadar keselamatan semakin tumbuh di tengah masyarakat. “Dengan meningkatnya kepedulian terhadap langkah-langkah pencegahan, risiko kebakaran di lingkungan permukiman maupun tempat usaha diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Redaktur: RAG






