Ratusan Buruh GSI 1 Cikembar Geruduk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Ultimatum Perbaiki Pelayanan dalam Sebulan

Ratusan Buruh SP TSK SPSI GSI 1 Cikembar saat sedang aksi didepan kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Jalan R Syamsudin, Kota Sukabumi, Kamis (16/7/2026). FOTO//sukabumiimside.com

KOTASUKABUMI, sukabumiinside.com | Ratusan buruh yang terhabung dalam wadah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Glostar Indonesia (GSI) 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Jalan R Syamsudin, Kota Sukabumi, Kamis (16/7/2026).

Ratusan buruh tiba didepan Kantor BPJS dengan menggunakan satu unit mobil komando sembari membawa poster bertuliskan kekecewaan terhadap pelayanan BPJS dengan mendapatkan pengamanan dari Polres Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya, mereka mengaku kecewa dengan pelayanan BPJS yang seakan mempersulit ketika peserta mencoba melakukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Pensiun (JP).

“BPJS banyak alasan, ketika kita akan mengambil nomor antrian mereka selalu olang molor antrian habis,” ucap koordinator aksi diatas mobil komando.

Ketua PC SP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi, Muhamad Popon, menyatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen buruh di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi merupakan puncak kekecewaan atas banyaknya keluhan pekerja terkait pelayanan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir, serikat pekerja menerima banyak laporan dari anggota yang mengaku mengalami kesulitan saat mengurus klaim JHT, meski dana tersebut merupakan hak pekerja yang telah dibayarkan melalui iuran.

“Aksi ini merupakan antiklimaks dari banyaknya keluhan anggota kami dalam beberapa bulan terakhir yang merasa dipersulit ketika melakukan klaim JHT yang merupakan hak mereka sendiri,” ujar Popon.

Dalam aksi tersebut, buruh mendesak BPJS Ketenagakerjaan segera memperbaiki sistem pelayanan, baik pelayanan secara langsung di kantor maupun layanan daring. Mereka menilai sistem yang berjalan saat ini belum efektif dan justru menyulitkan peserta, terutama yang berasal dari wilayah jauh di Kabupaten Sukabumi.

Selain mendesak adanya perbaikan pelayanan, serikat pekerja juga memberikan ultimatum kepada BPJS Ketenagakerjaan. “Kami memberikan waktu satu bulan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk membenahi sistem pelayanan. Jika dalam waktu tersebut tidak ada perubahan yang nyata, kami akan kembali datang dengan massa yang lebih besar dan menduduki kantor BPJS karena itu merupakan aset milik buruh,” tegasnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Alpian mengapresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan buruh. Seluruh masukan, akan diteruskan kepada kantor wilayah dan kantor pusat sebagai bahan evaluasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan yang disampaikan. Semua aspirasi terkait pelayanan, dugaan percaloan, hingga pengelolaan dana akan menjadi catatan kami untuk segera dikoordinasikan dengan kantor wilayah dan kantor pusat,” timpalnya.

 

 

 

 

Redaktur: RAG

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *