SUKABUMI, sukabumiinside.com | Perjalanan hidup seseorang tidak selalu berjalan di atas jalan yang mulus. Ada perjuangan, keberanian mengambil keputusan, serta ketekunan untuk terus melangkah demi meraih masa depan yang lebih baik.
Kisah itu tergambar dalam perjalanan David Surbakti, S.Pd., S.H., seorang perantau asal Sumatera Utara yang membangun kehidupan di Kabupaten Sukabumi hingga berhasil meraih gelar sarjana hukum.
Lahir di Sarudik, Sumatera Utara, pada 8 Januari 1984, David tumbuh dengan perjalanan hidup yang membawanya menekuni berbagai bidang. Dari dunia usaha hingga jurnalistik, setiap fase menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
Perjalanannya di tanah rantau tidak hanya berkutat pada upaya mencari penghidupan. David juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat datang dari berbagai arah, selama seseorang memiliki kemauan untuk terus belajar dan berusaha.
Merintis Usaha dari Bengkel Motor
Sebelum dikenal menekuni dunia jurnalistik, David mengawali perjalanan usahanya dengan membuka bengkel motor di kawasan Karang Tengah, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Usaha tersebut menjadi salah satu pijakan awal dalam membangun kemandirian ekonomi di tanah perantauan. Dunia bengkel mempertemukannya dengan beragam karakter masyarakat sekaligus memberikan pengalaman dalam mengelola pekerjaan dan menghadapi tantangan usaha.
Seiring berjalannya waktu, perjalanan bisnis David berkembang. Kini, ia memiliki usaha pangkalan gas dan depot air. Perubahan bidang usaha tersebut menggambarkan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat serta peluang ekonomi yang tersedia.
Bagi seorang perantau, membangun usaha bukan sekadar perkara mendapatkan penghasilan. Ada proses panjang untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan, menjaga keberlangsungan bisnis, dan mempertahankan semangat ketika menghadapi tantangan.
Pengalaman itulah yang menjadi bagian dari perjalanan David sebelum semakin jauh menekuni bidang lain dalam kehidupannya.
Pendidikan, Jalan Memperluas Wawasan
Di tengah perjalanan hidup dan aktivitas usaha, David juga menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan Sarjana Hukum (S.H.).
Gelar tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Menyandang dua gelar sarjana dari bidang yang berbeda memperlihatkan keluasan jalur pendidikan yang ditempuhnya.
Pendidikan hukum, khususnya, membuka ruang untuk memahami persoalan hukum, aturan, serta hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Bekal pengetahuan itu juga relevan dengan dunia jurnalistik yang kini ditekuninya.
Meski demikian, keberhasilan meraih gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar. Pengetahuan perlu terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika menjalankan usaha maupun saat menjalankan profesi.
Bagi David, perjalanan dari dunia usaha menuju jurnalistik dan pendidikan tinggi menjadi rangkaian pengalaman yang saling melengkapi.
Menekuni Dunia Jurnalistik
Saat ini, David Surbakti menekuni dunia jurnalistik. Profesi tersebut menghadirkan ruang baru untuk berinteraksi dengan masyarakat, mengikuti perkembangan berbagai persoalan, serta menyampaikan informasi kepada publik.
Dunia jurnalistik menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran informasi. Pengalaman berwirausaha yang telah dijalaninya menjadi bagian dari bekal kehidupan, sementara pendidikan yang ditempuhnya memperluas wawasan dalam menjalankan aktivitas profesional.
Perjalanan hidup David memperlihatkan bahwa seseorang tidak harus terpaku pada satu bidang. Pengalaman dapat diperoleh dari berbagai pekerjaan, sedangkan pendidikan memberi kesempatan untuk terus memperkaya pengetahuan.
Dari bengkel motor di Karang Tengah, mengembangkan usaha pangkalan gas dan depot air, hingga menekuni jurnalistik dengan bekal dua gelar sarjana, David menjalani tahapan kehidupan yang membawanya pada pengalaman beragam.
Keluarga sebagai Bagian Perjalanan Hidup
Di balik perjalanan tersebut, terdapat keluarga yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya. David menikah dengan Dormauli Tarigan, A.Md.Par., S.Pd. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak bernama Alexis Gideon Surbakti.
Keluarga menjadi bagian dari perjalanan yang dijalani David, baik ketika membangun usaha maupun mengembangkan diri melalui pendidikan dan profesi.
Kisahnya mengingatkan bahwa perjalanan meraih keberhasilan tidak semata-mata diukur dari gelar yang disandang atau usaha yang dimiliki. Proses bertahan, keberanian mencoba hal baru, serta kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dari pencapaian seseorang.
David Surbakti merupakan potret perantau yang menapaki kehidupan melalui beragam pengalaman. Berawal dari usaha bengkel motor, kemudian mengembangkan bisnis lain, hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan dan Sarjana Hukum serta menekuni jurnalistik, perjalanannya menjadi gambaran tentang pentingnya ketekunan dalam membuka peluang.
Di tanah rantau, keberhasilan tidak selalu hadir dalam satu lompatan besar. Terkadang, keberhasilan tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan konsisten, keberanian menghadapi perubahan, dan kesediaan untuk tidak berhenti belajar, (RAG).






