KOTA SUKABUMI, sukabumiinside.com — Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat, memasuki hari ketiga, Selasa (29/9/2026). Petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pengendalian terhadap titik-titik api yang muncul di sejumlah lokasi.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, mengatakan kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (26/9/2026). Dari total luas kawasan TPA Cikundul sekitar 10 hektare, area yang terdampak kebakaran berada di zona seluas 2,3 hektare.
Menurut Yelly, api mulai meluas ke sejumlah titik pada Minggu pagi (27/9/2026).
“Api bermunculan di sejumlah titik yang berada di lokasi berbeda. Di lokasi yang terjadi pada Minggu pagi kemarin, zona yang terdampak memiliki luas total 2,3 hektare,” kata Yelly, Senin (28/9/2026) sore.
Dari hasil pemantauan DLH, sekitar 1,5 hektare dari zona terdampak tersebut diperkirakan telah terbakar.
Hingga Senin sore, DLH belum dapat memastikan sumber awal munculnya api. Dugaan penyebab kebakaran masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Yelly menyebut, salah satu kemungkinan yang tidak menutup kemungkinan menjadi pemicu adalah kelalaian manusia, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Kami memang belum mengetahui sumber asalnya dari mana api. Mungkin ada dari kelalaian, orang yang merokok, mungkin membuang puntung rokok sembarangan, bisa saja yang menyulut sehingga terjadi titik api,” jelasnya.
Selain faktor manusia, kondisi cuaca juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Hujan yang sempat turun di sekitar kawasan TPA dinilai belum cukup untuk menghentikan titik-titik api.
Pemadaman pun tidak cukup hanya dengan menyemprotkan air ke permukaan timbunan sampah. Petugas harus membolak-balikkan timbunan untuk mencari titik api yang berada di bagian dalam.
Langkah tersebut membuat sejumlah bagian timbunan yang sebelumnya tertutup kembali terbuka. Kondisi ini berpotensi memunculkan kembali titik api apabila material sampah tidak segera ditangani.
Karena itu, setelah kebakaran sepenuhnya terkendali, DLH berencana melakukan penataan kembali terhadap area terdampak.
“Salah satunya dengan melakukan penutupan dan pengurugan menggunakan tanah terhadap area timbunan yang terbakar. Pasca kebakaran ini, nanti kami melakukan penataan lahan kembali, mungkin melakukan penutupan, pengurugan dengan tanah untuk lahan-lahan yang kemarin terbakar sehingga sampahnya tidak kembali terbuka,” ujar Yelly.
Meski kebakaran masih dalam penanganan, aktivitas pembuangan sampah ke TPA Cikundul hingga kini tetap berjalan.
Yelly memastikan kebakaran belum menyebabkan penghentian layanan pembuangan sampah. Namun, waktu operasional kendaraan pengangkut mengalami penyesuaian karena harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Biasanya, satu kendaraan pengangkut sampah dapat melakukan dua ritase, yakni pagi dan siang. Namun selama proses penanganan kebakaran, sebagian jadwal mengalami keterlambatan hingga sore hari.
“Untuk sementara, akibat kebakaran ini tidak membuat terganggunya pembuangan sampah. Hingga saat sekarang masih berjalan walaupun mungkin ada penyesuaian waktu pembuangan,” pungkasnya.
Hingga Selasa (29/9/2026), petugas gabungan masih melakukan pengendalian terhadap titik-titik api di kawasan TPA Cikundul.
Reporter: Iqbal Bakar
Redaktur: Juliansyah






