Asap Kebakaran TPA Cikundul Mengganggu Warga, 300 Masker Dibagikan

Kondisi Asap tebal akibat kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, mulai menjadi perhatian petugas kesehatan. Puskesmas Lembursitu diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada relawan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak. | Foto: Iqbal Bakar

 

KOTA SUKABUMI, sukabumiinside.com — Asap tebal akibat kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, mulai menjadi perhatian petugas kesehatan. Puskesmas Lembursitu diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada relawan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Bacaan Lainnya

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Lembursitu, Nina Daina, mengatakan pihaknya telah membagikan sekitar 300 masker sejak Minggu (27/9/2026). Masker tersebut diberikan kepada relawan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran.

Selain pembagian masker, pelayanan kesehatan juga disiagakan melalui Puskesmas Lembursitu dan ambulans Public Safety Center (PSC) 119.

“Sejak hari kemarin, hari Minggu, kami mengupayakan memberikan masker sebanyak 300 lembar bagi para relawan dan korban yang terdampak. Kemudian kami juga membuka layanan yang sudah disiapkan seperti ambulans PSC 119 dan dari tim Puskesmas Lembursitu,” kata Nina kepada awak media, Selasa (29/9/2026).

Dalam pemantauan di lapangan, petugas menemukan sejumlah warga maupun relawan yang membutuhkan penanganan kesehatan. Beberapa di antaranya mengalami luka akibat terkena api dan knalpot saat melakukan aktivitas penyemprotan.

Selain itu, sejumlah petugas mengeluhkan sakit kepala. Warga dengan riwayat hipertensi juga mendapatkan pelayanan sekaligus pemantauan di posko kesehatan.

“Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas melakukan rujukan ke Puskesmas Lembursitu. Selain keluhan sakit kepala tersebut, asap tebal akibat kebakaran juga menyebabkan sebagian warga mengeluhkan sesak napas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak asap, petugas kesehatan mulai melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang lokasinya tidak jauh dari TPA Cikundul.

“Akibat asap tebal ini, ada warga yang mengeluhkan sesak napas. Saat ini kami mapping kepada beberapa wilayah, salah satunya yang terdekat di sini adalah Rusunawa yang tadi pagi sudah kami mapping,” jelas Nina.

Berdasarkan pemantauan awal, warga Rusunawa belum menunjukkan dampak kesehatan yang tergolong berat akibat asap kebakaran.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi, terutama apabila kebakaran meluas atau arah sebaran asap berubah akibat faktor cuaca dan angin.

Puskesmas Lembursitu juga mengimbau masyarakat di sekitar kawasan terdampak agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.

Sementara itu, petugas gabungan masih bersiaga di kawasan TPA Cikundul. Upaya pemadaman dan pengendalian titik api terus dilakukan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menyiapkan penataan kembali lahan terdampak setelah kebakaran sepenuhnya berhasil dikendalikan.

 

Reporter: Iqbal Bakar

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *