Dari Lapang Desa ke Mimpi Besar: Kades Cup Tanjungsari Jadi Panggung Anak Kampung Kejar Prestasi

Suasana aktifitas Turnamen Sepakbola bertajuk Kades Cup di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026). | Foto: sukabumiinside.com

JAMPANGTENGAH, sukabumiinside.com | Lapang desa yang biasanya tenang mendadak bergemuruh. Sorak sorai warga, tabuhan semangat, hingga riuh anak-anak muda berlari mengejar bola menjadi warna tersendiri di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari menggelar turnamen sepak bola bertajuk Kades Cup. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjelma menjadi ruang mimpi bagi para pemuda desa.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 16 tim dari berbagai kedusunan turut ambil bagian. Mereka bukan sekadar bermain untuk menang, tetapi membawa nama kampung, harga diri, dan harapan untuk dilirik sebagai bibit atlet masa depan.

Kepala Desa Tanjungsari, Dillah Hablillah, mengungkapkan bahwa turnamen ini lahir dari keinginan masyarakat sendiri. Bahkan, awalnya kegiatan hanya direncanakan berupa hiburan malam.

“Awalnya tidak akan ada turnamen, hanya hiburan saja. Tapi anak-anak ingin ada sepak bola. Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.

Menariknya, semangat olahraga di desa ini semakin hidup dengan hadirnya SSB Andestan Sekolah Sepak Bola Anak Desa Tanjungsari, yang menjadi wadah pembinaan generasi muda.

Turnamen ini pun digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari panitia desa, lembaga kemasyarakatan, hingga unsur keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Gotong royong menjadi napas utama, memperlihatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal permainan, tetapi juga kebersamaan.

Lebih dari sekadar perebutan trofi, Kades Cup menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Di pinggir lapangan, terlihat warga berkumpul, bercengkerama, dan saling mendukung tim masing-masing—menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Dillah berharap, dari lapangan sederhana ini akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang mampu membawa nama desa ke tingkat yang lebih tinggi.

“Yang jadi juara jangan tepuk dada, yang kalah harus berlapang dada. Tidak mungkin semua jadi juara, karena juara hanya ada satu, dua, dan tiga,” pesannya bijak.

Kades Cup Tanjungsari pun menjadi bukti bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga dengan semangat kebersamaan, sportivitas, dan mimpi besar dari sudut-sudut desa.

Dari lapang sederhana ini, siapa tahu, lahir bintang sepak bola masa depan.

 

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *