CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Seorang anak berusia lima tahun bernama inisial A, warga Gunung Gadung, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami gizi buruk. Anak tersebut diketahui memiliki berat badan sekitar 13 kilogram dan kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sekarwangi.
Pemerintah Kecamatan Cikembar memastikan telah melakukan berbagai langkah untuk menangani kondisi A. Penanganan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa Bojongkembar setelah anak tersebut beberapa kali mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cikembar dan kemudian dianjurkan untuk menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Sekretaris Camat (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurliah menjelaskan, terdapat sejumlah kendala administratif yang sebelumnya harus diselesaikan. Di antaranya, data keluarga pasien tercatat dalam desil 7 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN), orang tua pasien belum memiliki BPJS, serta administrasi kependudukan yang belum lengkap.
“Yang pertama kami lakukan adalah melengkapi dulu administrasi kependudukannya. Kemudian yang kedua, kami juga mengajukan BPJS PBI. Kemudian yang paling utama, kami juga berusaha untuk merubah desil yang ada pada DTSN itu, yang tadinya desil 7, dan alhamdulillah sekarang sudah berubah menjadi desil 1,” kata Lenni, kepada sukabumiinside.com, Rabu (29/7/2026).
Perubahan status desil tersebut, sambung Lenni, dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung proses pemberian bantuan dan pelayanan kesehatan bagi pasien. Sementara itu, pengajuan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga telah diproses melalui Dinas Sosial.
Lanjut Lenni, pada Senin (26/7/2026), A dibawa ke Rumah Sakit Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak pemerintah desa dari rumah sakit, pasien juga didiagnosis mengalami gangguan pada paru-paru, jantung, dan ginjal.
“Hari ini kami bertolak ke rumah sakit untuk memastikan bahwa pasien akan terus melanjutkan pengobatannya, kemudian tentu hal-hal apa saja yang harus kami bantu,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Cikembar juga menyebut kondisi ekonomi keluarga pasien menjadi perhatian. Orang tua A disebut tidak mampu secara ekonomi, sehingga pemerintah desa berupaya membantu kebutuhan sehari-hari keluarga selama mendampingi pasien menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihak kecamatan membantah adanya pembiaran terhadap kondisi A. Menurutnya, pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan telah berupaya memberikan pelayanan dan memfasilitasi kebutuhan pasien sejak informasi mengenai kondisi tersebut diterima.
“Jadi kalau ada yang memberitakan bahwa ada pembiaran dari kami, rasanya memang itu tidak pernah kami lakukan. Yang setahu kami itu, seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Cikembar ini saat ini memang untuk kegiatan kerawanan sosial sudah memberikan pelayanan yang maksimal,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Lenni, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membantu proses penanganan pasien. Sebab, hingga saat ini kepesertaan BPJS PBI yang diajukan belum aktif sehingga pasien masih masuk dalam pelayanan umum, meski kondisi keluarganya tergolong tidak mampu.
“Dan kami juga mohon bantuan dari Dinas Kesehatan untuk kebijakan biaya perawatan. Kemudian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, administrasi kependuduknya sudah di bantu maksimal. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Kantor Kecamatan Cikembar sudah mencoba memberikan bantuan pelayanan yang maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, pengajuan BPJS PBI telah diproses melalui Dinas Sosial dan kini tinggal menunggu hasil. Kepesertaan tersebut diperkirakan baru dapat aktif pada awal bulan berikutnya.
Pemerintah juga menyampaikan bahwa Adelia akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatannya, termasuk memastikan secara medis apakah benar mengalami gizi buruk.
“Insya Allah besok juga pasien akan melaksanakan CT scan agar diagnosa kondisi pasien bisa terdeteksi lengkap secara medis ” pungkasnya.
Pemerintah Kecamatan Cikembar pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Adelia serta memberikan dukungan agar proses penanganan dan pengobatan anak tersebut dapat berjalan dengan baik.
Redaktur: RAG






