Siap-siap! 6 Paket Wisata Akan Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa di Warungkiara

Camat Warungkiara Toni Sugiharto saat diwawancara oleh awak media di Kantor Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (24/7/2026). | Foto: Juliansyah

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Kecamatan Warungkiara mulai tancap gas. Tak lagi sekadar wilayah lintasan, daerah ini disiapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang siap bersaing di Kabupaten Sukabumi.

Di bawah komando Camat Warungkiara, Toni Sugiharto, lahir sebuah konsep unik bertajuk “6 Desa, 6 Paket Wisata”, program ambisius yang menggabungkan kekuatan alam, sejarah, hingga ekonomi kreatif dalam satu tarikan napas.

“Wisata di Kecamatan Warungkiara itu program saya, yaitu paket wisata enam desa, enam program paket wisata,” kata Toni kepada wartawan, Jum’at (24/7/2026).

Program ini bukan sekadar wacana. Enam paket wisata sudah dipetakan sebagai “senjata utama” untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke akar rumput.

Berikut enam paket wisata yang disiapkan:

1. PLTA Ubrug

Destinasi wisata edukasi berbalut sejarah. Dibangun sejak zaman Belanda, kawasan ini menyimpan nilai historis tinggi sekaligus potensi wisata masa depan.

2. Budidaya Ikan Arwana & Ikan Dewa (Soro)

Warungkiara punya “harta karun hidup” ikan dewa atau soro, spesies langka yang dilindungi. Potensi ini dikemas menjadi wisata edukatif sekaligus konservasi.

3. Damarraja Farm

Agrowisata modern dengan daya tarik perkebunan melon dan sayuran. Cocok untuk wisata keluarga sekaligus edukasi pertanian.

4. Gemstone Warungkiara

Batu mulia khas daerah yang ironisnya lebih dikenal luar negeri. Kini didorong menjadi identitas lokal dan daya tarik wisata kreatif.

5. Arung Jeram / Riam Jeram

Adrenalin jadi jualan. Riam Jeram Warungkiara bahkan disebut sebagai salah satu pelopor di Jawa Barat dan siap dihidupkan kembali sebagai ikon petualangan.

6. Situ Halimun

Destinasi alam yang disiapkan naik kelas, dengan rencana pengembangan menjadi bumi perkemahan skala besar.

Yang paling mencuri perhatian adalah rencana pengembangan Situ Halimun menjadi bumi perkemahan (buper) tingkat kabupaten.

Toni menyebut, lokasi ini diproyeksikan mampu menampung hingga 10.000 siswa dalam satu kegiatan besar.

Jika terealisasi, bukan hanya wisata yang terdongkrak, tapi juga ekonomi warga mulai dari UMKM, jasa, hingga sektor pendukung lainnya.

Selama ini, beberapa potensi Warungkiara seperti gemstone dan riam jeram justru lebih dikenal di luar daerah. Melalui program ini, semuanya ingin “dipulangkan” menjadi kebanggaan lokal.

Lebih dari sekadar wisata, program ini dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi desa.

“Harapannya bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya UMKM dan warga sekitar,” ungkap Toni.

Camat Warungkiara juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga alim ulama, untuk ikut mendukung.

“Dengan berkembangnya pariwisata, mudah-mudahan infrastruktur juga ikut berkembang,” pungkasnya.

Dengan konsep “6 Desa, 6 Paket Wisata”, Warungkiara tak lagi diam. Kini, ia bersiap tampil menjadi destinasi, bukan sekadar perlintasan.

 

Redaktur: Juliansyah

 

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *