CIBADAK, sukabumiinside.com |Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkoneng di Kampung Bojong Jagal, RT 05/RW 02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/7/2026).
Susu tersebut diketahui berasal dari dapur Nazran SPPG Cibadak 02 di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh. Dari sekitar 39 siswa yang dilaporkan terdampak, satu siswa harus mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak.
Humas RSUD Sekarwangi, Irman Irmansyah Saputra, membenarkan adanya seorang pasien anak asal Kampung Bojongjagal, Kelurahan Cibadak, yang datang ke rumah sakit pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 12.21 WIB.
Menurutnya, anak tersebut dirujuk setelah mengeluhkan rasa mual yang diduga berkaitan dengan konsumsi susu dari program MBG.
“Berdasarkan informasi medis dari dokter dan perawat IGD, dugaan sementara pasien mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu. Saat tiba di rumah sakit, kondisi fisik anak mengeluh mual,” ujar Irman, Rabu (29/7).
Setibanya di rumah sakit, tim medis sempat merencanakan pemasangan infus untuk pasien. Namun, tindakan tersebut tidak dilakukan karena pasien anak menolak. Sebagai gantinya, petugas medis memberikan penanganan berupa obat oral atau obat minum.
Pasien kemudian menjalani pemeriksaan dan pemantauan oleh tim medis selama kurang lebih 30 menit. Hasilnya, kondisi anak berangsur membaik dan tidak menunjukkan gejala lanjutan yang mengkhawatirkan.
“Kondisinya bagus dan stabil. Tidak ada efek muntah-muntah atau komplikasi lain, sehingga pasien tidak perlu menjalani observasi rawat inap dan langsung diperbolehkan pulang oleh tim medis,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, total siswa yang diduga terdampak dalam kejadian tersebut mencapai sekitar 39 orang. Dari jumlah tersebut, hanya satu siswa yang dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sedangkan 38 siswa lainnya disebut memperoleh observasi serta penanganan medis langsung di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak pengelola program MBG bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Pemeriksaan terhadap sampel susu yang dikonsumsi para siswa juga dilakukan untuk memastikan kelayakan dan mengetahui faktor yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut.
Redaktur: RAG






