CIKEMBAR, sukabumiinside.com |Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Halaqah Silsilah Ilmiyah (HSI) Berbagi menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Pemulihan Ekosistem Kalijagabuna” di kawasan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang digelar selama 17–19 Juli 2026 tersebut difokuskan pada dua agenda utama, yakni pembersihan aliran sungai yang tercemar serta program reboisasi di kawasan lahan kritis.
Dalam kegiatan tersebut, Laznas HSI Berbagi turut melakukan penanaman sebanyak 500 pohon janitri sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pemulihan ekosistem lingkungan.
Direktur Utama Laznas HSI Berbagi, Muhammad Qodri Kun Syafiq, mengungkapkan bahwa aksi ini didasari atas kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ekosistem sekitar, khususnya di wilayah Cikembar yang menjadi tempat mereka beraktivitas.
“Kami menyadari bahwa lingkungan ini membutuhkan perhatian kita. Masalah yang paling terlihat saat ini adalah kondisi sungai yang kotor. Karena kami tinggal di sini, kami ingin turun langsung dan memberikan manfaat nyata bagi Desa dan Kecamatan Cikembar,” ujar Qodri saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Minggu (19/7/2006).
Ia menjelaskan, dua agenda tersebut. Yakni, ‘Kali Jaga’ dan ‘Jaga Buana’ Rangkaian aksi lingkungan ini dijadwalkan berjalan selama dua hari dengan menyasar dua titik krusial. “Hari Pertama (Aksi ‘Kali Jaga’): Berfokus pada pembersihan aliran sungai yang kotor, menyisir dari area hulu hingga ke bagian hilir sungai,” jelasnya.
“Hari Kedua (Aksi ‘Jaga Buana’): Berfokus pada program reboisasi atau penanaman pohon di bantaran sungai yang mengalami longsor, dan lokasi masih wilayah sini (Cikembar red),” tambahnya.
Untuk aksi reboisasi, pihak panitia telah menyiapkan 500 bibit pohon pada tahap awal. Penanaman akan terus ditingkatkan secara bertahap seiring dengan penguatan kondisi tanah di lokasi.
”Saat ini yang siap ditanam ada 200 pohon. Nanti jika kondisi tanah sudah mulai kuat dan stabil, kami akan tambah lagi 300 pohon, sehingga totalnya mencapai 500 pohon,” jelas Qodri.
Aksi sosial ini tidak berjalan sendiri. Seluruh pendanaan kegiatan didukung penuh oleh Laznas HSI Berbagi, yang kemudian bersinergi dengan berbagai pihak di antaranya Boarding School HSI, personel Yonif 310, KKN STDIIS Kelompok 9, serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kecamatan dan Desa Cikembar.
Lebih lanjut, Qodri menekankan bahwa aksi ini bukanlah sekadar imbauan retoris kepada masyarakat, melainkan bentuk refleksi diri untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Menurutnya, pencemaran lingkungan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga merugikan orang lain di sekitar kita.
Pihak HSI Berbagi juga memastikan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai aksi seremonial belaka. Proses monitoring berkala akan terus dilakukan untuk memantau efektivitas program serta menjaga konsistensi kesadaran warga.
“Kebermanfaatan ini harapannya tidak hanya untuk hari ini. Kami akan melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana dampak kegiatan ini dan bagaimana kesadaran masyarakat tetap terjaga. Jika ke depan dibutuhkan lagi, insyaallah kami siap untuk turun kembali,” pungkasnya.
Redaktur: RAG






