CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, melakukan perbaikan jogging track yang berada di kawasan lapang desa. Perbaikan tersebut dilakukan karena kondisi dan peruntukan jogging track sebelumnya dinilai kurang tepat.
Kepala Desa Bojong, Lahudin mengatakan, anggaran yang digunakan untuk perbaikan jogging track tersebut mencapai sekitar Rp103 juta. Pekerjaan meliputi pembongkaran, perapihan, pemasangan hebel hingga proses pengecoran menggunakan beton siap pakai atau Jayamix.
“Anggaran nya Rp103 juta. Termasuk, pembongkaran sampai dengan perapihan atau selesai,” kata Lahudin kepada sukabumiinside.com, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa jogging track sebelumnya berada di bagian atas kawasan lapang sehingga dinilai kurang tepat dari sisi peruntukan. “Alasan diperbaiki karena asal jogging track itu di atas. Peruntukannya kurang ieu meren nya, Pak. Nah, jadi kurang naon teh… ya kurang tepat ge gitu,” jelasnya.
Jogging track yang diperbaiki tersebut memiliki lebar sekitar 2,5 meter dan mengelilingi area lapang. Selain perbaikan fisik, sambung Lahudin, pemerintah desa juga berencana mengoptimalkan saluran air di sekitar jogging track. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya genangan yang dapat mengganggu penggunaan fasilitas olahraga tersebut.
Lahudin juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jogging track setelah pekerjaan selesai. Sebab, fasilitas tersebut merupakan milik desa dan menjadi bagian dari fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “kami mengimbau kepada seluruh masyarkat yang menggunakan fasilitas ini agar bersama-sama menjaga dan dipelihara. Sebab, pemeliharaan dan penjagaan itu sangat sulit,” ucapnya.
“Jadi, diharapkan kepada warga masyarakat untuk kedepannya, jika jogging track setelah selesai ini dipelihara, dijaga sebaik-baiknya termasuk kebersihannya. Saluran air insyaallah kita akan optimalkan supaya tidak menggenang di jogging track,” tambahnya.
Ia menegaskan, keberadaan jogging track tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi sarana olahraga yang terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
“Bisa dari mana pun warga masyarakat bisa berolahraga di sini gitu. Jadi bukan hanya untuk Desa Bojong saja,” pungkasnya.
Redaktur: RAG






