CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cikembar menemukan kondisi seorang lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian dan penanganan.
Temuan tersebut terjadi di Kampung Cikate, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/8/2026).
TKSK Cikembar, Muhammad Hidayah Nur Falah, mengatakan temuan itu bermula saat dirinya bersama aparatur kewilayahan, yakni kepala dusun, menjalankan tugas dari Kementerian Sosial untuk memonitor penerima bantuan BPNT yang mengalami kendala administrasi maupun penyaluran.
“Awalnya kami bersama Kepala Kedusunan Cikate tidak memiliki agenda untuk mengunjungi rumah tersebut. Namun saat melakukan monitoring BPNT, kami melihat di dalam rumah ada seorang lansia yang terbaring dan kondisinya memprihatinkan,” kata Falah, melalui sambungan pesan singkat whatsapp, Selasa (4/8).
Lansia yang ditemukan tersebut, sambung Falah, diketahui bernama Ibu Ici dan berusia sekitar 80 tahun. Dari keterangan suaminya, Ibu Ici sudah mengalami sakit kurang lebih selama dua setengah tahun.
Seiring waktu, kondisi kesehatannya semakin memburuk. Kini, Ibu Ici hanya bisa berbaring di tempat tidur dan mengalami kesulitan untuk duduk maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Menurut pengakuan suaminya, awalnya beliau mengalami gangguan lambung, kemudian kondisinya semakin melemah hingga tidak mampu bangun dari tempat tidur. Bahkan ketika dipaksakan duduk sering kali langsung pingsan,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan, Ibu Ici diketahui merupakan keluarga penerima BPNT yang masuk dalam kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah atau desil bawah.
Meski berada dalam kondisi keterbatasan, jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan milik Ibu Ici diketahui masih aktif. Fasilitas tersebut juga telah digunakan untuk memperoleh pelayanan medis.
“Alhamdulillah BPJS beliau masih aktif. Berdasarkan informasi dari keluarganya, sekitar satu bulan terakhir beliau sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih 11 hari menggunakan BPJS,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Ibu Ici tinggal bersama sang suami. Pasangan tersebut diketahui tidak memiliki anak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan maupun melakukan perawatan sehari-hari.
Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian TKSK Kecamatan Cikembar. Setelah menemukan lansia dalam kondisi sakit dan membutuhkan pendampingan, petugas langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Cikembar dan sejumlah pihak terkait.
Langkah itu dilakukan agar kebutuhan dasar Ibu Ici dapat segera dipenuhi, termasuk kebutuhan alat bantu dan pemenuhan nutrisi. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan juga Baznas melalui UPZ. Saat ini desa sedang menyiapkan surat pengajuan bantuan kursi roda. Sementara dari TKSK kami mengajukan bantuan sembako serta bantuan nutrisi bagi lansia melalui Sentra Phalamartha Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Falah berharap seluruh proses pengajuan bantuan tersebut dapat segera terealisasi. Dengan begitu, bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban keluarga serta membantu meningkatkan kualitas hidup Ibu Ici.
Ia menilai, penanganan terhadap warga yang berada dalam kondisi kerawanan sosial, terutama lansia yang tengah sakit dan membutuhkan pendampingan, perlu kerja sama dari berbagai pihak. “Perlu sinergitas dari semua pihak. Agar, warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian serta bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya,” pungkasnya.
Redaktur: RAG






