Menang Telak di Tengah Tensinya Politik Desa, Yusuf Taojiri Kunci Kursi Kades Cibolang hingga 2030

Yusuf Taojiri PAW terpilih Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi saat di wawancara oleh awak media. | Foto: David

GUNUNGGURUH, sukabumiinside.com | Kontestasi panas Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, akhirnya berakhir dengan hasil mencolok. Yusuf Taojiri tampil sebagai pemenang telak, mengunci kursi kepemimpinan desa hingga tahun 2030.

Digelar di SDN 1 Mangkalaya, Minggu (5/7/2026), Musyawarah Desa (Musdes) berlangsung dalam tensi tinggi namun tetap terkendali. Menariknya, seluruh pemilih yang berjumlah 121 orang dari sembilan unsur kelembagaan desa hadir dan menggunakan hak suaranya, sebuah angka partisipasi sempurna yang jarang terjadi.

Bacaan Lainnya

 

Sejak awal, duel tiga kandidat Yusuf Taojiri, Ardiansyah, dan Suharyo, diprediksi bakal berlangsung ketat. Terlebih, masing-masing membawa basis dukungan yang berbeda di tengah masyarakat.

Namun realita di lapangan menunjukkan peta kekuatan yang tegas. Yusuf Taojiri unggul jauh dengan 65 suara, meninggalkan Ardiansyah yang meraih 47 suara, sementara Suharyo tertinggal dengan 9 suara.

Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan elektoral, tetapi juga mengindikasikan kuatnya konsolidasi dukungan yang dibangun Yusuf di berbagai elemen desa. Sementara itu, perolehan suara Ardiansyah menunjukkan adanya poros penantang yang cukup solid, meski belum mampu membendung laju suara pemenang.

Hasil pemungutan dan penghitungan suara kemudian diserahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cibolang sebagai tahapan akhir, sekaligus menandai sahnya Yusuf Taojiri sebagai Kepala Desa PAW hingga 2030.

Di balik sengitnya kontestasi, pelaksanaan Pilkades ini justru mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Mochamad Reza Taojiri, menilai demokrasi di tingkat desa ini berjalan sehat dan berkualitas.

“Partisipasi 100 persen ini menunjukkan kesadaran politik yang tinggi. Proses berjalan tertib, aman, dan demokratis. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial pasca pemilihan, mengingat dinamika politik desa berpotensi menimbulkan gesekan jika tidak dikelola dengan baik.

“Kontestasi sudah selesai. Jangan sampai perbedaan pilihan justru memecah. Yang menang harus merangkul, yang belum berhasil tetap berkontribusi. Ini momentum untuk bersatu,” tandasnya.

Dengan berakhirnya Pilkades PAW ini, tantangan sesungguhnya justru dimulai. Yusuf Taojiri dituntut mampu menjawab ekspektasi besar masyarakat serta merangkul seluruh elemen desa agar visi Cibolang Mandiri, Maju, dan Sejahtera tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kepemimpinannya.

 

Reporter: David

Redakdur: Juliansyah

 

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *