CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Misteri air Sungai Cibojong yang berubah warna jadi hijau mulai menemukan titik terang. Di balik viralnya video yang bikin warga resah, muncul dugaan kuat: limbah dari aktivitas pemotongan batu hijau!
Hal ini diungkap langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurliah, usai mendampingi tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan DLH Kabupaten Sukabumi saat turun ke lokasi, Sabtu (18/7/2026).
Lenni tak menampik, pihak kecamatan sebenarnya sudah sejak lama mengingatkan para pelaku usaha batu hijau agar tidak sembarangan membuang limbah ke sungai.
“Kami sudah jauh-jauh hari menghimbau para pengusaha pemotongan batu hijau agar membuat tampungan limbah, supaya tidak langsung dibuang ke sungai,” tegas Lenni.
Menurutnya, imbauan itu bahkan sudah disampaikan melalui paguyuban atau asosiasi pengusaha batu hijau. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tak semua patuh.
“Sudah diwanti-wanti juga oleh ketua paguyuban. Tapi mungkin ada beberapa perusahaan yang mengabaikan imbauan tersebut,” ungkapnya.
Padahal, kondisi saat ini sedang memasuki musim kemarau, di mana air sungai menjadi tumpuan utama warga.
“Apalagi sekarang masyarakat sedang krisis air dan sangat bergantung pada sungai. Seharusnya tidak dibuang ke sana,” tambahnya.
Pasca temuan di lapangan, pihak Kecamatan Cikembar memastikan tidak akan tinggal diam. Langkah lanjutan sudah disiapkan, mulai dari kunjungan hingga pembinaan langsung ke para pengusaha.
“Kami akan melakukan pembinaan kepada pengusaha batu hijau yang belum memiliki tampungan limbah,” jelas Lenni.
Ia juga menyebut, indikasi pencemaran mengarah pada aktivitas pemotongan batu hijau di wilayah Kampung Cikaramat, Desa Bojong.
“Ini menjadi salah satu indikasi bahwa air tercemar dari limbah batu hijau, yang disinyalir berasal dari beberapa tempat pemotongan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Bungur Pandak, RT 04 RW 02, Desa Bojong, dibuat geger oleh video viral yang memperlihatkan air sungai berubah warna mencolok.
Dalam video tersebut, seorang warga dengan nada cemas meminta perhatian pemerintah.
“Aduh Bapak, lihat air ini. Air yang diandalkan masyarakat di musim kemarau seperti ini keadaannya. Tolong tindak lanjuti, warga mau pakai air ini,” ucapnya, Jum’at (17/7/2026).
Redaktur: Juliansyah






