CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Gelombang harapan membanjiri Kantor Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Ratusan pencari kerja (pencaker) rela mengantre panjang demi memburu peluang kerja di pabrik baru PT Hungfu Leather Indonesia yang digadang-gadang bakal menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Namun fakta di lapangan justru bikin kaget. Di tengah membludaknya antrean, pihak perusahaan ternyata belum resmi membuka lowongan kerja.
Kepala Desa Cimanggu, Baenuri Samsi, angkat bicara. Ia menegaskan, pembangunan pabrik masih dalam tahap penyelesaian dan belum siap melakukan rekrutmen besar-besaran.
“Perlu kami sampaikan, PT Hungfu ini belum menerima lowongan kerja. Bangunannya saja masih sekitar 70 persen,” ujar Baenuri, Rabu (1/7/2026).
Meski begitu, antusiasme masyarakat tak terbendung. Tercatat sekitar 1.500 lamaran sudah masuk ke pihak desa, baik dari warga Cimanggu maupun luar wilayah Sukabumi.
Baenuri menjelaskan, gelombang pelamar ini muncul karena warga melihat peluang besar dari investasi tersebut. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi yang menekan, pekerjaan tetap menjadi harapan utama.
“Ini murni karena kebutuhan. Warga sangat berharap bisa bekerja. Tapi kami tegaskan, semua proses ini gratis, tidak dipungut biaya apapun,” tegasnya.
Untuk tahap awal, perusahaan memang akan membutuhkan tenaga kerja, namun jumlahnya masih sangat terbatas. Sekitar 50 orang tenaga borongan direncanakan direkrut pada awal Agustus, bertepatan dengan pemasangan mesin produksi.
Sementara itu, rekrutmen besar-besaran diperkirakan baru akan dilakukan menjelang akhir tahun, saat pabrik mulai beroperasi penuh.
“Produksi direncanakan mulai November sampai Desember. Nah, di situ kebutuhan tenaga kerja akan meningkat,” jelas Baenuri.
Guna menghindari praktik percaloan dan pungutan liar, Pemerintah Desa Cimanggu mengambil langkah tegas. Seluruh proses pendataan dan verifikasi lamaran dilakukan melalui desa, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami ingin memastikan warga Cimanggu mendapat prioritas. Jangan sampai dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Keberadaan PT Hungfu Leather Indonesia sendiri diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, investasi ini juga ditargetkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Tujuan utama kami jelas, membantu masyarakat. Dengan adanya perusahaan ini, kami berharap ada penghasilan tetap bagi warga usia produktif,” pungkas Baenuri.
Di tengah antrean panjang dan harapan yang menggunung, satu pesan penting digaungkan: lowongan belum dibuka, tapi harapan sudah lebih dulu membludak.
Redaktur: Juliansyah






