CISOLOK, sukabumiinside.com | Mahasiswa Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember bersama Lembaga Amil Zakat Halaqah Silsilah Ilmiyah Berbagi (LAZ HSIB) melakukan asesmen ke lokasi bencana kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/7/2026).
Asesmen tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memetakan kebutuhan yang diperlukan pascakebakaran. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember juga membawa bantuan berupa beras.
Bantuan beras tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian setelah adanya permintaan dari Muhidin, salah seorang koordinator dapur umum Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berada di lokasi.
“Daripada kosong, hari ini idari STDI Imam Syafi’i Jember dan LAZ HSIB asesmen, kemudian teman-teman dari mahasiswa STDI Imam Syafi’i itu bawa beras,” kata Perwakilan dari Pondok HSI Boarding School sekaligus Divisi Distribusi dan Pendayagunaan LAZ HSIB, Aryo kepada sukabumiimside.com.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut dibawa agar kedatangan tim ke lokasi tidak hanya sebatas melakukan asesmen, tetapi juga dapat memberikan bantuan awal yang dibutuhkan untuk mendukung operasional dapur umum.
Untuk bantuan lanjutan, LAZ HSIB berencana mengajukan proposal kepada yayasan.
Salah satu rencana bantuan yang akan didorong berupa logistik bahan pokok, khususnya beras, untuk kebutuhan dapur umum Dinas Sosial. “Rencana kami, karena permintaannya itu hanya dalam bentuk bahan pokok, bukan makanan jadi,” jelasnya.
“Jadi, rencananya kita coba bawa dua kwintal beras. Akan kita dorong logistik ke sana, ke dapur umum Dinsos,” tambahnya.
Selain bantuan untuk korban kebakaran, LAZ HSIB juga berencana melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Cicantayan. Bantuan tersebut rencananya akan kembali diajukan melalui proposal yang sama.
“Selanjutnya juga, kita juga akan berkelanjutan. Di proposal yang sama, kita coba untuk drop lagi sekitar tiga ya, sekitar tiga lagi air bersih ke daerah Cicantayan,” tuturnya.
Tak hanya bantuan logistik dan air bersih, LAZ HSI Berbagi juga tengah merencanakan program pipanisasi untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Rencana tersebut muncul setelah adanya permintaan dari salah satu Koordinator Tagana, yang juga menyampaikan kondisi masyarakat di wilayahnya. Diperkirakan terdapat sekitar 700 kepala keluarga yang membutuhkan dukungan akses air bersih melalui program pipanisasi.
“Tadi ada permintaan dari Koordinator Tagana yaitu Pak Muhidin. Tadi cerita beliau adalah koordinator dapur umum, bahwa permintaan pipanisasi di wilayahnya. Ada kurang lebih 700 Kepala Keluarga (KK) di sana. Ya, semoga Allah mudahkan,” katanya.
Sebagai langkah awal, LAZ HSIB akan melakukan survei untuk melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan. Survei rencananya dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Pelabuhanratu dan Cikembar.
“Dengan adanya asesmen dan rencana bantuan lanjutan tersebut, kolaborasi mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember bersama LAZ HSI Berbagi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana kebakaran sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah yang mengalami krisis air bersih,” pungkasnya.
Redaktur: RAG






