Pasca Sungai Cibojong Viral Diduga Tercemar, Pengusaha Batu Hijau Cikembar Bakal Buatkan Sumur Bor

Ketua Paguyuban Pengusaha Batu Hijau Cikembar, Haji Oni, saat diwawancara awak media usai mengikuti pertemuan bersama DLH Provinsi Jabar dan Pemerintah Kecamatan Cikembar di Aula Desa Bojong, Jumat (24/7/2026). FOTO//sukabumiinside.com

CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Pasca Sungai Cibojong di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, viral karena diduga tercemar limbah hingga mengalami perubahan warna, para pengusaha pemotongan batu hijau berencana membangun sumur bor sebagai langkah antisipasi untuk menjawab persoalan kebutuhan air.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Pengusaha Batu Hijau Cikembar, Haji Oni, usai mengikuti pertemuan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kecamatan Cikembar di Aula Desa Bojong, Jumat (24/7/2026).

Bacaan Lainnya

Haji Oni mengatakan, para pengusaha telah merespons persoalan tersebut dengan melakukan sejumlah langkah penanganan, salah satunya memperbaiki kolam penampungan limbah. Selain itu, pengusaha juga berencana menyediakan sumur bor agar aktivitas pemotongan batu tetap dapat berjalan ketika kondisi air sungai mengalami kekeruhan.

“Ya, dari pengusaha sudah ditanggapi. Jadi ada istilahnya penanganan. Jadi diperbaiki kolam-kolamnya dibikinin, terus ada tanggung jawabnya ke depannya mau dibikinin sumur bor. Biar nanti kalau misalkan air kalinya keruh, bisa aktivitasnya pindah ke sumur bor,” ujar Haji Oni.

Menurutnya, pembangunan sumur bor tersebut untuk tahap awal akan dilakukan di satu titik, yakni di wilayah Cikeramat yang sebelumnya menjadi lokasi sungai yang viral akibat perubahan warna air.

“Pertama pembangunan satu dulu yang yang kemarin viral itu, yang di Cikeramat. Itu dengan waktu dekat mau dibikinin,” katanya.

Ia menyebut pembangunan sumur bor tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan diharapkan dapat dilakukan pada bulan-bulan ini.

Terkait dugaan adanya pembuangan limbah ke aliran sungai, Haji Oni mengakui bahwa memang terdapat indikasi pencemaran. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti perusahaan mana yang menjadi sumber limbah tersebut.

“Oh, itu makanya kurang tahu pasti. Tapi pasti ada, soalnya ada limbahnya. Jadi mungkin misalkan enggak ngaku ada yang buang, tapi karena ada buktinya gitu. Tapi tidak tahu pasti dari mana-mananya. Tapi itu pabrik yang paling ada ada di hulu, soalnya ngumpulnya di hilir lah gitu istilahnya,” jelasnya.

Saat ditanya apakah pihak pengusaha membenarkan sungai tersebut telah tercemar limbah, Haji Oni menjawab tegas. “Iya, emang emang tercemar,” ujarnya.

Ia menegaskan, aktivitas yang dilakukan para pelaku usaha tersebut bukan pertambangan, melainkan pemotongan batu hijau. Menurutnya, sebelumnya memang telah ada imbauan terkait pengelolaan aktivitas usaha, namun masih terdapat sejumlah kolam yang belum diperbaiki secara maksimal sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran.

“Oh, itu bukan tambang, pemotongan ya. Ada imbauan, cuman itu kayanya ada kolam penampungan limbah yang bocor dan belum dibenahi. Tapi biasanya kalau udah ada reaksi seperti ini, langsung besok lusa langsung diberentikan produksinya dan langsung diperbaiki dibenerin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 30 hingga 40 pelaku usaha pemotongan batu hijau yang tersebar di sekitar empat desa di wilayah Kecamatan Cikembar. “Kurang lebih ada 40 pengusaha yang masuk dalam paguyuban ini. Secepatnya sumur bor akan dibangun dan semoga dapat membantu krisis air bersih,” pungkasnya

 

 

 

Redaktur: RAG

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *