Budidaya Ikan Dewa Jadi Potensi Wisata Unggulan di Kecamatan Warungkiara

FOTO//Ilustrasi AI

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki sejumlah potensi unggulan yang dinilai dapat terus dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Selain potensi sejarah, salah satu kekayaan yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri adalah budidaya ikan arwana dan ikan dewa. Ikan dewa atau yang dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan ikan soro merupakan salah satu jenis ikan purbakala yang keberadaannya kini tergolong langka dan dilindungi.

Bacaan Lainnya
Camat Warungkiara, Toni Sugiarto

 

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, menyebut memiliki salah satu lokasi budidaya ikan dewa yang dinilai cukup unggul, yakni di kawasan Ubrug. “Budidaya ikan arwana dan ikan dewa. Yang harus dicolokkan itu adalah ikan dewa. Ikan dewa adalah ikan purbakala. Kalau yang disebut di Sunda itu adalah Soro. Ikan Soro,” kata Toni, kepada sukabumiinside.com, Jumat (24/7/2026).

Ketika ditanya mengenai status ikan tersebut, Toni menegaskan bahwa ikan dewa termasuk jenis ikan yang sudah langka dan perlu mendapat perhatian untuk dijaga kelestariannya.

“Sudah termasuk langka. Itu ikan yang dilindungi yang perlu kita jaga di Kabupaten Sukabumi ini karena jagoan ikan dewa yang paling baik adalah Ubrug,” katanya.

Selain ikan dewa, potensi lain yang disebut dapat dikembangkan berada di kawasan Dharmaraja Farm. Lokasi tersebut memiliki potensi di bidang pertanian, seperti perkebunan melon dan sayur-sayuran yang dapat dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata berbasis agrowisata.

“Terus lagi Dharmaraja Farm mengenai apa namanya? Himabio, pertanian. Di sana ada perkebunan melon dan sayur-sayuran dan bisa dikembangkan kembali dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, potensi unggulan lainnya yang menjadi ciri khas Warungkiara adalah Gemstone atau batu permata dan bebatuan. Menurut narasumber, potensi Gemstone Warungkiara bahkan telah dikenal hingga mancanegara.

Namun, ironisnya, keberadaan potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat lokal.

“Terus lagi jagoan Warungkiara ini adalah Gemstone. Gemstone bebatuan, kenapa harus kita munculkan? Luar negeri sudah tahu Gemstone Warungkiara, tetapi warga masyarakat Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat belum sepenuhnya mengetahui yang adanya Gemstone,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Gemstone Warungkiara merupakan bebatuan yang berasal dari zaman purbakala dan kemudian dibentuk serta dipoles menjadi berbagai hiasan. Material tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercantik berbagai bangunan strategis, termasuk perkantoran perbankan maupun gedung pemerintahan.

“Gemstone tersebut adalah bebatuan-bebatuan di zaman purbakala yang dibentuk dan dipoles menjadi hiasan-hiasan yang digunakan di bangunan-bangunan yang strategis. Contoh di bank, terus lagi di bangunan-bangunan pemerintahan pusat dan daerah juga ada bebatuan hal seperti itu,” jelasnya.

 

 

 

 

Redaktur: RAG

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *