Ini Motif 3 Tersangka Pembunuhan Mayat Terbungkus Karung dan Plastik di Tol Bocimi

Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, menyampaikan dugaan motif penemuan mayat Mr. X dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026). | Foto: Istimewa

 

SUKABUMI, sukabumiinside.com | Sakit hati yang diduga menumpuk menjadi dendam. Polisi mengungkap dugaan motif di balik kasus penemuan jasad pemuda berinisial AB, sekitar 22 tahun, yang ditemukan terikat tali tambang, terbungkus plastik hitam, dan dilapisi karung di dasar jurang dekat Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Dalam pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik ini, Polres Sukabumi mengamankan tiga orang tersangka. Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiganya diduga menyimpan rasa sakit hati terhadap korban karena merasa kerap dibohongi dan menuduh korban sering mengambil barang milik mereka.

Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, menyampaikan dugaan motif tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026).

“Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yang sudah saling mengenal, ditemukan informasi bahwa motif pembunuhan tersebut karena sakit hati dan dendam,” ujar Agus.

Menurut keterangan polisi, rasa kesal itu diduga berkembang hingga para tersangka bersepakat merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Namun, polisi menegaskan bahwa keterangan mengenai motif tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengakuan para tersangka. Penyidik tetap harus menguatkan dugaan itu dengan alat bukti yang sah.

Kasus ini bermula pada Selasa (29/9/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang warga bernama Anang Jaji yang hendak pergi berkebun di kawasan Cilambar Kolot mencium bau menyengat dari sekitar lokasi.

Saat menelusuri sumber bau tersebut, ia menemukan jasad di dasar jurang dengan kedalaman sekitar tujuh meter, tidak jauh dari Tol Bocimi KM 69.

Kondisi jasad telah mengalami pembusukan parah. Wajah korban sulit dikenali, sedangkan sidik jarinya mengalami kerusakan sehingga proses identifikasi awal menjadi tidak mudah.

Jasad itu ditemukan dalam kondisi terikat tali tambang, dibungkus plastik hitam, kemudian dilapisi karung berlapis.

Temuan tersebut memicu penyelidikan intensif Satreskrim Polres Sukabumi untuk mengungkap identitas korban dan menelusuri dugaan tindak pidana di balik kematiannya.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban merupakan AB, pemuda berusia sekitar 22 tahun asal Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Meski demikian, identitas tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan kecocokannya. Kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi.

Karena itu, hasil pemeriksaan ilmiah masih diperlukan untuk memperkuat kepastian identitas korban.

Wakapolres Sukabumi menjelaskan, sejak jasad ditemukan, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi memerintahkan jajaran Satreskrim mengungkap perkara tersebut secara cepat, transparan, dan terukur.

Penyidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation, yakni penggunaan metode dan bukti ilmiah untuk membantu mengungkap perkara.

“Berkat arahan Kapolres, jajaran Reskrim bekerja secara intensif di lapangan sehingga misteri yang menyita perhatian publik selama dua pekan ini berhasil kami ungkap,” tandasnya.

 

 

Redaktur: Juliansyah

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *