WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Pemasangan tiang jaringan internet MyRepublic di sepanjang jalan desa rute Cikembang–Bojongmalang, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, sempat menuai sorotan warga karena persoalan koordinasi dan perizinan. Kini, pihak pelaksana dan pemerintah desa menyatakan siap membenahi komunikasi serta menempuh kembali proses izin bersama RT, RW, dan masyarakat.
Kepala Desa Warungkiara, Ade Suherdi, mengatakan pihaknya telah menerima kedatangan perwakilan pelaksana pemasangan tiang WiFi pada Kamis. Pertemuan itu menjadi ruang klarifikasi atas polemik yang sebelumnya berkembang di masyarakat.
Ade menegaskan, pemerintah desa pada prinsipnya mendukung pembangunan infrastruktur internet. Namun, dukungan tersebut perlu diiringi komunikasi yang baik dan proses perizinan yang melibatkan lingkungan setempat.
“Pada intinya, kami sebagai Pemerintah Desa Warungkiara mendukung pelaksanaan program pemasangan WiFi internet di Desa Warungkiara, dengan satu catatan bahwa izin dari RT, RW ditempuh bersama-sama dengan pemerintah desa dan juga pihak perusahaan,” ujar Ade, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lanjutan di tengah masyarakat.
Ia juga membenarkan bahwa proses perizinan akan ditempuh kembali bersama warga dan unsur lingkungan terkait.
“Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan. Jadi, insyaallah itu semua akan dilaksanakan dengan warga masyarakat bermusyawarah,” katanya.
Sementara itu, Angga, selaku pelaksana pemasangan tiang jaringan internet menyebut, persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi di lapangan. Ia mengakui sosialisasi melalui jalur koordinasi yang melibatkan Karang Taruna belum berjalan maksimal hingga ke tingkat RT dan RW.
“Jadi, koordinasi lewat ketua Karang Taruna, sosialisasinya kurang maksimal ke RT/RW. Sementara kabel memang hanya untuk kabel lewat ke Boyongsari. Jadi, mungkin proses izinnya diulang,” ujar Angga.
Pernyataan tersebut menjadi pengakuan bahwa koordinasi dengan lingkungan setempat masih perlu diperbaiki. Meski demikian, Angga menyebut pihaknya akan mengomunikasikan persoalan itu lebih lanjut agar situasi tetap kondusif.
Terkait adanya respons pemerintah desa mengenai kemungkinan pencabutan tiang, Angga mengatakan pihaknya memilih mengedepankan komunikasi untuk mencari penyelesaian.
Ia berharap kehadiran jaringan internet dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan internet secara memadai.
“Harapannya, hadirnya infrastruktur internet ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Soalnya, kita sebagai penyedia jasa internet memberikan fasilitas internet murah dan jaringan yang bagus buat kemajuan di lingkungan yang belum terjamah internet,” tandasnya.
Reporter: Cr1
Redaktur: Juliansyah






