Baru Seumur Jagung, Jembatan Bernilai Ratusan Juta di Sukabumi Rusak Berulang Kini Diperbaiki Lagi 

Potret Jembatan Penghubung terlihat miring di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi dilaporkan semakin memprihatinkan pada, Selasa (7/7/2026). | Foto: Istimewa

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Rentetan persoalan menimpa Jembatan Cipanaruban di ruas Jalan Bagbagan–Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur yang baru rampung dibangun pada Oktober 2025 itu kini kembali menjadi sorotan publik, setelah mengalami kerusakan berulang hingga harus diperbaiki pada bagian pondasi ujung jembatan.

Berdasarkan data proyek, pembangunan jembatan ini merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi yang bersumber dari APBD 2025, dengan nilai anggaran sekitar Rp388 juta lebih dan waktu pelaksanaan 75 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Berkah Bersinar Abadi sebagai bagian dari rehabilitasi Jembatan Cipanaruban.

Bacaan Lainnya

Namun belum genap setahun, masalah mulai muncul. Pada Rabu (3/12/2025), warga melaporkan tiang tumpuan tengah jembatan dalam kondisi miring setelah dihantam derasnya arus Sungai Cipanaruban yang meluap akibat cuaca ekstrem. Kejadian itu memicu kekhawatiran karena jembatan merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Mekarjaya dan wilayah sekitarnya.

Detik-detik kemiringan tiang sempat terekam dalam video amatir berdurasi 48 detik. Dalam rekaman terlihat arus sungai membawa material lumpur yang menghantam bagian bawah jembatan hingga membuat tiang tengah tampak goyah.

Situasi semakin memburuk pada Jumat (16/1/2026). Akses Jembatan Cihalu, yang masih berada dalam jalur penghubung Desa Mekarjaya terpaksa ditutup total akibat kerusakan parah pada bagian pangkal dan penopang. Struktur penyangga ambles setelah tergerus aliran Sungai Cipanaruban yang deras usai hujan berintensitas tinggi.

Memasuki pertengahan 2026, kondisi jembatan kembali ramai diperbincangkan. Pada Selasa (7/7/2026), beredar unggahan warga di media sosial yang mengeluhkan kondisi jembatan yang kian membahayakan.

“Ampun ieu jembatan Desa Mekarjaya padahal mumpung halodo iraha rek dibenerkeun bahaya tos seueur nu cilaka karna kondisi na tos miring licin,” tulis seorang warga.

Keluhan tersebut menggambarkan keresahan masyarakat yang masih menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jembatan tersebut, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian.

Menindaklanjuti kondisi itu, kini dilakukan perbaikan pada bagian pondasi ujung jembatan yang mengalami ambles dan pergeseran. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jembatan secara optimal sekaligus menjamin keselamatan pengguna.

Meski demikian, rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi serta perencanaan teknis bangunan, terutama dalam menghadapi tekanan alam seperti banjir dan arus deras sungai.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga evaluasi menyeluruh agar pembangunan infrastruktur ke depan lebih kokoh, tahan lama, dan tidak kembali mengulang masalah serupa.

Redaktur: Juliansyah 

Pos terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 - SukabumiInside.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *