SUKABUMI, sukabumiinside.com | Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tidak hanya diisi dengan agenda seremonial, tetapi juga pertunjukan seni budaya Sunda. Salah satunya melalui Sekar Budaya yang digelar di Alun-Alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).
Pertunjukan tersebut menghadirkan beragam kesenian Sunda dengan mengangkat filosofi empat penjuru mata air, yakni kulon (barat), wetan (timur), kaler (utara), dan kidul (selatan).
Kreativitas dalam pertunjukan itu melibatkan Tim Seni Yayasan Mutiara Palabuhanratu binaan Abah Toto bersama budayawan sekaligus tokoh masyarakat Palabuhanratu, Abah Asep Nurbagelar atau yang akrab disapa Bah Embep.
Bah Embep menjelaskan, konsep empat penjuru mata air yang diangkat dalam Sekar Budaya bukan sekadar bagian dari atraksi seni. Filosofi tersebut menggambarkan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sekaligus menjadi simbol keberagaman wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Kita mengambil dari empat penjuru mata air. Air merupakan salah satu sumber kehidupan dan penggerak kehidupan. Tanpa air, tentu akan ada hal-hal yang tidak kita harapkan,” ujar Bah Embep.
Menurutnya, pemilihan Palabuhanratu sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Selain menjadi ibu kota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu merupakan pusat pemerintahan daerah.
Sementara itu, sumber air yang digunakan dalam konsep pertunjukan tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Mata air dipilih dari berbagai penjuru dengan karakteristik sumber yang dinilai tetap mengalir dan tidak pernah kering.
“Dari kulon, wetan, kaler, dan kidul, (Barat, Timur, Utara, Selatan). Mata air yang dipilih merupakan sumber yang tidak pernah kering,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, beberapa sumber air yang menjadi bagian dari konsep tersebut antara lain wilayah Pajampangan dari Cibitung, arah Cicurug dari kawasan Gunung Salak, wilayah timur dari sumber air Gunung Gede, serta kawasan Cikahuripan di wilayah barat.
Filosofi empat penjuru mata air itu kemudian dirangkai dalam sebuah pertunjukan budaya sebagai simbol keberagaman Kabupaten Sukabumi yang tetap dapat menyatu dalam satu semangat kebersamaan.
Melalui Sekar Budaya, seni tradisional tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan mengenai kehidupan, lingkungan, serta pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, jajaran DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, serta tamu undangan dari berbagai wilayah di luar Kota Sukabumi maupun luar Sukabumi.
Rangkaian HJKS ke-156 selanjutnya dilanjutkan dengan agenda penganugerahan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung di Aula Setda Palabuhanratu
Redaktur: RAG






