CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Sebuah rumah semi permanen di Kampung Tenjolaut, RT 04/RW 08, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.
Informasi yang didapat, diketahui pemilik rumah tersebut bernama Jahid (35). Saat kejadian terbakar kondisi rumah dalam keadaan kosong. Jahid disebut sedang berdagang, sementara istrinya bekerja.
Kepala Desa Bojong, Lahudin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat api sudah membesar dan menjalar hingga bagian atap rumah.
“Rumah nya dalam keadaan kosong, tidak ada penghunina. Suamina atas nama Jahid, dagang. Kemudian istri nya bekerja di garment. Awal mula ketahuan oleh tetangga nya dengan kondisi kobaran api sudah membesar,” kata Lahudin, kepada sukabumiinside.com.
Menurutnya, hingga kini pihak pemerintah desa belum mengetahui secara pasti penyebab maupun kronologi awal kebakaran tersebut. Api diketahui sudah membesar ketika warga menyadarinya.
Rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen berukuran sekitar 5 x 7 meter. Saat kejadian, tidak ada penghuni di dalam rumah. “Rumah sederhana setengah badan. Dengan ukuran kurang lebih 5 x 7 meter,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah dan barang-barang di dalamnya ludes terbakar. “Hanya enam ekor domba milik korban dilaporkan berhasil diselamatkan,” imbuhnya.
Lanjut ia menjelaskan, amukan si jago merah berhasil dijinkan setelah satu unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dari PT GSI 1 Cikembar tiba di lokasi. “Ada satu unit damkar dari GSI yang ke lokasi dan melakukan pemadaman atau pendinginan,” jelasnya.
Lahudin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Warga diminta tidak sembarangan membuang puntung rokok maupun melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat, terutama yang ada di Tenjolayuti, harus hati-hati sebelum pergi bekerja atau ke mana pun. Pastikan dapur aman, takut kompor gas lupa, listrik dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Ia berharap masyarakat selalu memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum meninggalkannya guna mencegah kejadian serupa terulang.
Redaktur: RAG






