WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, tahun ini dipastikan tampil lebih semarak dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Warungkiara sejak Juni 2026 sudah tancap gas menyiapkan berbagai agenda. Memasuki pertengahan Juli, sejumlah kegiatan mulai digelar dan melibatkan masyarakat dari berbagai desa hingga organisasi kemasyarakatan.

Ketua PHBN Kecamatan Warungkiara, Drs. Sunandangria, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap setelah kepanitiaan terbentuk.
“Sejak kepanitiaan terbentuk di bulan Juni, kami langsung bergerak bersama. Masing-masing bidang lomba dibentuk dan disiapkan. Alhamdulillah semuanya sudah berjalan, dan sejak pertengahan Juli kegiatan mulai kita gas,” ujar Sunandangria, Selasa (11/8/2026).
Pertandingan bola voli, sepak bola hingga senam massal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Namun, pesta belum selesai. Masih ada lomba tumpeng dan sejumlah kegiatan lainnya yang bakal menyedot perhatian warga.
Yang paling ditunggu justru berada di penghujung rangkaian acara karnaval tingkat Kecamatan Warungkiara. Bukan sekadar arak-arakan biasa, karnaval ini akan melibatkan seluruh desa dan organisasi kemasyarakatan. Peserta akan bergerak dari Pondok Pesantren Assalam menuju Lapang Ampera.
“Puncaknya nanti ada karnaval tingkat kecamatan. Ini yang paling ditunggu, karena semua desa dan ormas ikut turun meramaikan,” ungkap Sunandangria.
Sesampainya di Lapang Ampera, kemeriahan tidak langsung berakhir. Rangkaian acara akan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera, hiburan rakyat hingga pembagian doorprize.
Sunandangria menyebut konsep perayaan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan suasana kemerdekaan yang benar-benar terasa di tengah masyarakat.
“Seperti arahan Pak Camat, kita ingin Warungkiara ini benar-benar hidup suasananya, semeriah mungkin, penuh gebrakan dan kebersamaan,” katanya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada masyarakat, panitia, serta para donatur yang telah ikut menopang berbagai kegiatan PHBN.
“Alhamdulillah semua kegiatan bisa berjalan baik berkat dukungan masyarakat Warungkiara. Kami sangat berterima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Kini, Warungkiara tinggal menunggu momentum puncak. Jalanan akan menjadi panggung, warga menjadi pemeran utamanya, dan semangat merah putih menjadi napas perayaannya.
Redaktur: Juliansyah






