BANTARGADUNG, sukabumiinside.com | Kekeringan yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi mulai menunjukkan dampak serius. Ratusan warga di Kampung Panyairan, Dusun 1, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, kini harus berjuang keras mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau yang kian menggigit.
Sebagai respons cepat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut. Namun, bantuan awal ini dinilai masih jauh dari cukup.
Kepala Dusun 1 Bojonggaling, Ujang Palah, mengungkapkan bahwa distribusi air bersih ini merupakan yang pertama kali diterima warganya dari BAZNAS. Bantuan tersebut menyasar enam Rukun Tetangga (RT) dengan total sekitar 250 kepala keluarga atau setara 1.200 hingga 1.300 jiwa.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Tapi kenyataannya, satu tangki air dengan kapasitas sekitar 5.000 sampai 7.000 liter belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga,” ujar Ujang.
Menurutnya, kondisi ini menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Ia pun berharap distribusi air tidak berhenti hanya pada satu kali bantuan, melainkan terus berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
“Kami berharap ada perhatian berkelanjutan, baik dari BAZNAS maupun pemerintah dan pihak lainnya. Karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Irfan selaku PIC wilayah dari BAZNAS RI menjelaskan bahwa program distribusi air bersih ini memang difokuskan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di berbagai titik di Sukabumi.
“Program ini memang untuk musim kemarau. Kita sudah mulai dari beberapa wilayah seperti Nyalindung, Gegerbitung, Cikembar, Cicantayan, hingga sekarang di Bantargadung, dan nanti akan lanjut ke Cikadu sampai Palabuhanratu,” jelas Irfan.
Ia menegaskan, distribusi air tidak memiliki jadwal baku mingguan. Selama kondisi memungkinkan dan kebutuhan masih tinggi, penyaluran akan terus dilakukan.
“Selagi kita bisa distribusi, kita gas terus. Jadi tidak harus seminggu sekali. Selama ada kebutuhan dan kita mampu, kita lanjut,” tegasnya.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bantuan air bersih masih belum mampu mengimbangi besarnya kebutuhan warga. Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai ribuan jiwa, krisis air di Bojonggaling menjadi alarm serius yang membutuhkan penanganan lebih masif dan berkelanjutan.
Jika tidak segera ditangani secara komprehensif, bukan tidak mungkin krisis ini akan semakin meluas dan memperparah kondisi sosial masyarakat di tengah kemarau panjang.
Reporter: CR01
Redaktur: Juliansyah






