Usai Minum Kopi di Cafe Bantargadung, Kontraktor Asal Sukabumi Tak Sadarkan Diri hingga Meninggal 

Gambar hanya Ilustrasi

 

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Sebuah pertemuan di sebuah tempat ngopi di wilayah Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, berujung duka. Almarhum (Yusuf), seorang pria yang diketahui bergerak di bidang usaha pembangunan, meninggal dunia setelah sempat mengalami kondisi tidak sadarkan diri.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/8/2026). Sebelum kondisinya memburuk, Almarhum disebut tengah menghadiri pertemuan yang berkaitan dengan urusan pembayaran pembangunan sekolah.

Menurut keterangan keluarga, Ia sempat minum kopi dalam pertemuan tersebut. Setelah itu, kondisi tubuhnya tiba-tiba menurun hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Yusuf akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kematian mendadak tersebut membuat keluarga bertanya-tanya. Terlebih, pihak keluarga menyebut Yusuf selama ini tidak diketahui memiliki riwayat penyakit serius.

Ayub Suherman, kakak almarhum, mengatakan keluarga menerima informasi bahwa Yusuf meninggal setelah mengikuti pertemuan dan minum kopi.

“Dari pihak keluarga awalnya tidak tahu permasalahannya. Tiba-tiba kami mendapat informasi bahwa Pak Yusuf meninggal ketika sedang rapat, setelah minum kopi. Karena itu keluarga ingin memastikan penyebab kematiannya,” ujar Ayub.

Keluarga kemudian sepakat meminta dilakukan otopsi. Keputusan tersebut diambil agar penyebab kematian Yusuf dapat diketahui secara medis dan tidak menimbulkan spekulasi.

Jenazah Yusuf kini berada di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Sekarwangi, Cibadak. Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mencari kepastian mengenai penyebab kematian.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga melakukan pendalaman. Petugas disebut telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi tempat Yusuf sebelumnya berada, termasuk tempat kopi yang menjadi lokasi pertemuan.

Meski terdapat agenda terkait pembayaran proyek pembangunan sekolah sebelum kejadian, keluarga maupun aparat belum menyimpulkan adanya kaitan antara urusan tersebut dengan kematian Yusuf.

Seluruh kemungkinan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan kepolisian.

Rini, istri almarhum, mengaku terpukul menerima kabar tersebut. Sebelum berangkat, Yusuf masih berpamitan kepadanya seperti biasa.

“Tadi waktu berangkat kami ketemu, seperti biasa. Tidak ada yang aneh, masih normal saja. Beliau pamit untuk berangkat bekerja,” ujar Rini.

“Saya tidak menyangka. Tadi masih bertemu, seperti biasa. Kemudian mendapat informasi sudah meninggal,” katanya.

Yusuf meninggalkan lima orang anak. Bagi keluarga, kepastian mengenai penyebab kematian menjadi hal penting agar tidak ada tanda tanya yang terus membayangi.

Ayub menegaskan, permintaan otopsi bukan ditujukan untuk menuduh pihak tertentu.

“Kesepakatan keluarga untuk dilakukan otopsi agar kami mengetahui secara jelas apa penyebab meninggalnya almarhum,” kata Ayub.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Yusuf masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan proses penyelidikan aparat kepolisian.

Keluarga berharap proses tersebut berjalan transparan dan hasilnya mampu menjawab pertanyaan yang kini masih menyelimuti kepergian Yusuf.

 

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *