WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Kehadiran negara di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Koramil 2203/Warungkiara yang mengatasnamakan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi menggandeng Yayasan Sedekah Air untuk membantu menyediakan akses air bagi pesantren dan warga Kampung Baru Waru, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 1.100 meter. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan anggota Koramil 2203/Warungkiara, personel Yon TP 331/Sanca Manggalan, serta warga Kampung Baru, Desa Ubrug.
Danramil 2203/Warungkiara Kapten Inf Agus Rahman mengatakan, program pengadaan air tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan sinergi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pesantren dan warga yang selama ini membutuhkan akses air.
Menurutnya, pembangunan pipanisasi tidak hanya sebatas pekerjaan fisik, melainkan wujud semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk rakyat. Kami dari Koramil 2203/Warungkiara, atas nama Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, bersinergi dengan Yayasan Sedekah Air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi pesantren dan masyarakat,” ujar Kapten Inf Agus Rahman, Minggu (23/8/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Anggota TNI bersama warga bahu-membahu membangun jaringan pipanisasi agar air dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berharap, setelah pipanisasi sepanjang kurang lebih 1.100 meter ini selesai, kebutuhan air masyarakat dan pesantren dapat terbantu. Semoga fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang besar dan dirawat bersama,” tambahnya.
Kehadiran personel Koramil 2203/Warungkiara dan Yon TP 331/Sanca Manggalan di tengah warga juga menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi turut hadir membantu mengatasi persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.
Semangat gotong royong yang terbangun di Kampung Baru Waru menjadi gambaran bahwa ketika TNI, lembaga sosial, dan masyarakat berjalan bersama, kebutuhan dasar warga dapat dijawab dengan kerja nyata.
Dari Desa Ubrug, negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi lewat tangan-tangan yang bekerja bersama, mengalirkan harapan melalui setiap meter pipa menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Redaktur: Juliansyah






