Dari Kas Warga untuk Kemanusiaan, RW 13 Kampung Sukasirna Cikembar Punya Ambulans Siaga 24 Jam

Mobil Ambulans Siaga 24 Jam milik RW 13 Kampung Sukasirna Cikembar. FOTO// Ist

CIKEMBAR, sukabumiinside.com | Kepedulian terhadap kesehatan warga mendorong RW 13 Kampung Sukasirna, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menghadirkan ambulans swadaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ambulans tersebut mulai direalisasikan pada 2 Juli 2026 atau sekitar dua bulan lalu. Kehadirannya menjadi salah satu upaya warga dan pengurus RW untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, khususnya warga kurang mampu.

Bacaan Lainnya

Tokoh masyarakat RW 13 Sukasirna, Johan, mengatakan keberadaan ambulans berawal dari keluhan warga yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas ambulans ketika hendak membawa anggota keluarga yang sakit ke rumah sakit.

“Memfasilitasi warga yang sakit terkait dengan keluhan warga yang susah untuk mendapat fasilitas ambulans yang selalu dihadapkan dengan nominal negosiasi harga biaya transportasi ambulans yang ada di wilayah ataupun di rumah sakit,” ujar Johan, kepada sukabumiinside.com, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, ambulans tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang, nyaman dan aman kepada masyarakat. Warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dibawa ke rumah sakit tanpa harus terlebih dahulu mencari kendaraan atau memikirkan biaya transportasi.

“Warga yang kurang mampu kapan pun, 1×24 jam bisa langsung berangkat ke rumah sakit tanpa harus mencari-cari alat transportasi,” katanya.

Johan menambahkan, ambulans juga dipersiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan hari besar nasional maupun keagamaan. “Apabila sewaktu-waktu terdapat warga yang membutuhkan pertolongan medis, kendaraan tersebut dapat segera digunakan untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.

Dikelola dari Kas Warga

Menariknya, pengadaan ambulans tersebut dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan sumber pendapatan kas RW. Salah satunya berasal dari pengelolaan air sumur bor yang setiap bulan memberikan pemasukan bagi kas RW.

Dana tersebut kemudian dikelola secara transparan dan terbuka. Selain kas RW, setiap RT juga memiliki kas yang berasal dari sumbangan warga secara sukarela.

“Alhamdulillah bisa masuk kas ke RW dan dikelola dengan transparansi yang jujur, jelas dan terbuka. Di samping itu, tiap RT ada sifatnya uang kas RT yang didapat dari sumbangan warga seikhlasnya. Dikelola dengan baik dan transparansi sehingga muncul antusias warga yang luar biasa,” ungkap Johan.

Untuk biaya perawatan ambulans, pengurus RW mengandalkan kas RW maupun sumbangan sukarela dari warga yang menggunakan fasilitas tersebut.

Sementara untuk pengemudi, pihak RW menggandeng tenaga kesehatan setempat. Kebetulan di wilayah tersebut terdapat mantri kesehatan yang siap membantu secara sukarela tanpa mematok nominal tertentu.

Tidak Hanya untuk Warga RW 13

Meski diprioritaskan bagi warga RW 13 Sukasirna, fasilitas ambulans tersebut tidak bersifat eksklusif. Masyarakat dari luar RW bahkan dari luar desa tetap dapat meminta bantuan apabila membutuhkan.

“Tidak menutup kemungkinan apabila ada warga yang sakit dari luar RW 13 bahkan luar desa bisa menghubungi dan kita bantu semaksimal mungkin tanpa menyebut nominal. Yang penting kita bantu dulu, tolong-menolong sesama manusia dengan tidak mengedepankan nilai materi. Jadi ambulans tersebut bisa untuk umum juga,” tegasnya.

Johan berharap keberadaan ambulans dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat RW 13 Sukasirna.

“Harapannya RW 13 bisa lebih maju, aman, damai terlebih sejahtera karena salah satu kekhawatiran warga tentang kesehatan mereka sudah punya sarana yaitu ambulans, terlebih kepada warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia juga berharap ada pihak maupun donatur yang bersedia membantu pengadaan kendaraan ambulans baru. Pasalnya, kendaraan yang saat ini digunakan merupakan kendaraan bekas yang dibeli menyesuaikan kemampuan keuangan warga.

“Semoga ada donatur yang bisa membantu menyumbang kendaraan ambulans yang baru karena ini kita beli second, mengingat nominal kemampuan keuangan kita yang sangat pas-pasan,” harapnya.

Selain dukungan dari masyarakat, Johan berharap pemerintah setempat dapat ikut membangun komunikasi dan koordinasi dengan RW 13 untuk mendukung berbagai program kemasyarakatan.

“Semoga pemerintah setempat juga bisa kerja sama, berkoordinasi dalam rangka saling mendukung untuk kemajuan RW 13,” pungkasnya.

 

 

 

 

Redaktur: RAG

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *