CICURUG, sukabumiinside.com | Kemarau panjang mulai “menggigit”. Sebanyak 400 kepala keluarga di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kini harus berjuang mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah mereka, Sabtu (11/7/2026) siang.
Kekeringan terjadi di Kampung Legok Bitung RT 01 RW 04 serta Kampung Kebon Kawung RT 02, 03, dan 04 RW 04. Satu wilayah RW dilaporkan terdampak langsung, membuat aktivitas warga terganggu karena krisis air untuk kebutuhan sehari-hari.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa dampak yang ditimbulkan cukup serius meski tidak menimbulkan korban jiwa.
“Sekitar 400 KK atau kurang lebih 1.000 jiwa terdampak. Mereka kesulitan air bersih akibat kemarau panjang yang terjadi,” ungkapnya.
Kondisi ini memaksa warga harus berhemat bahkan mencari sumber air alternatif untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, hingga mencuci.
Merespons situasi tersebut, BPBD bersama unsur terkait bergerak cepat turun ke lokasi. Tim gabungan yang terdiri dari P2BK Cicurug, Satgas BPBD, Tagana, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, hingga relawan melakukan assessment sekaligus koordinasi penanganan darurat.
“Langkah awal fokus pada pendataan dan koordinasi lintas sektor agar penanganan tepat sasaran, terutama untuk kebutuhan paling mendesak warga,” tambah Daeng.
Sebagai upaya tanggap darurat, BPBD Kabupaten Sukabumi langsung menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, guna meringankan beban warga terdampak.
Meski bantuan mulai disalurkan, kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan utama yang harus segera diatasi. Terlebih, kondisi cuaca di lokasi masih cerah tanpa tanda-tanda hujan dalam waktu dekat.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak lanjutan musim kemarau yang berpotensi meluas, sekaligus mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi dalam penanganan bencana.
Redaktur: Juliansyah






