Pemdes Ubrug Bentuk FSDS untuk Wujudkan Desa Sehat

Pemdes Ubrug bersama unsur masyarakat membentuk Forum Silaturahmi Desa Sehat, Selasa (13/10/2026). | Foto: Istimewa

 

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Pemerintah Desa (Pemdes) Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, resmi membentuk Forum Silaturahmi Desa Sehat (FSDS). Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, nyaman, aman, dan sehat.

Bacaan Lainnya

Pembentukan FSDS berlangsung di aula Desa Ubrug, Selasa (13/10/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa, mulai dari tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga Karang Taruna.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemilihan pengurus yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Hasilnya, Feri terpilih sebagai ketua, Endang sebagai sekretaris, dan Yuyus sebagai bendahara.

Kepala Desa Ubrug, Deri Sopiar, mengatakan pembentukan FSDS merupakan upaya membangun sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat.

“Hari ini dilakukan pemilihan pengurus FSDS dan alhamdulillah sudah terbentuk ketua, sekretaris, dan bendahara. Pemilihan melibatkan tokoh masyarakat, RT/RW, BPD, LPM, dan Karang Taruna. Alhamdulillah, sudah terbentuk dengan ketua Bapak Feri, sekretaris Endang, dan bendahara Ibu Yuyus,” ujar Deri.

Ia berharap kehadiran FSDS dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Ubrug dan wilayah Kecamatan Warungkiara secara umum.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang koordinasi untuk menyatukan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Deri menjelaskan, keberadaan FSDS diharapkan mampu memadukan program pelayanan kesehatan dari Pemerintah Desa Ubrug, puskesmas, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai persoalan kesehatan lingkungan diharapkan dapat dikenali lebih dini dan dicarikan solusi bersama dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi kesehatan secara berkelanjutan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Setelah FSDS terbentuk, kami berharap forum ini dapat memadukan program pelayanan kesehatan dari Pemdes Ubrug, puskesmas, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat,” katanya.

Deri juga mendorong pengurus FSDS agar mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, terutama dalam menyampaikan edukasi kesehatan dan mendorong kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pembentukan Forum Silaturahmi Desa Sehat menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan tempat tinggalnya.

Melalui forum ini, koordinasi antarunsur masyarakat diharapkan semakin kuat, termasuk dalam mengenali persoalan kebersihan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, serta mendorong penyelesaian masalah secara gotong royong.

Keterlibatan RT/RW, BPD, LPM, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya diharapkan membuat upaya membangun desa sehat dapat menjangkau lebih banyak warga.

Deri optimistis, dengan terbentuknya kepengurusan FSDS, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat akan terus meningkat.

“Saya yakin, dengan terbentuknya FSDS Desa Ubrug, kehadirannya bisa bermanfaat dan berdampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam meningkatkan pola hidup sehat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Reporter: CR1 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *