SUKABUMIKOTA, sukabumiinside.com | Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, memasuki tahap akhir. Setelah lima hari dinyatakan padam, ratusan personel gabungan kembali diterjunkan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sebanyak 300-an personel gabungan dari berbagai instansi mengikuti operasi pendinginan di kawasan TPAS Cikundul, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tahapan akhir penanganan darurat pascakebakaran yang terjadi pada Selasa (29/9/2026).
Operasi dipimpin langsung Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Sukabumi Kota, Kompol Deden Sulaeman. Personel yang terlibat berasal dari Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607 Kota Sukabumi, BPBD Kota Sukabumi, PMI Kota Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, serta Badan SAR Sukabumi.
Untuk mendukung proses pendinginan, enam unit armada pemadam kebakaran dari berbagai instansi di Kota Sukabumi turut dikerahkan.
Kepala DLH Kota Sukabumi, Yudi Supriatna, menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan kegiatan pendinginan terakhir setelah lima hari kebakaran berhasil dipadamkan.
Menurutnya, petugas menyisir sejumlah titik yang sebelumnya terindikasi menyimpan panas. Pemeriksaan dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi suhu panas, dilanjutkan penyemprotan air secara maksimal guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
“Jadi kondisi pemadaman kebakaran, musibah sudah ditetapkan sebagai KLB (kejadian luar biasa). Tanggap darurat bencananya sudah selesai hari ini berdasarkan pantauan dari drone thermal itu. Sudah tidak ada lagi titik-titik yang bisa menimbulkan potensi kebakaran lanjutan,” kata Yudi kepada awak media, Sabtu (3/10/2026).
Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, dilakukan pula penyerahan tugas dari Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, kepada Asisten Administrasi Umum Setda Kota Sukabumi, Imran Wardhani. Selanjutnya, tanggung jawab pemantauan dan penanganan pascapendinginan diserahkan kepada DLH Kota Sukabumi.
Yudi menegaskan, meskipun operasi gabungan telah berakhir, pihaknya tidak akan melepas pengawasan terhadap kawasan TPAS Cikundul. DLH akan mengatur personel secara bergiliran untuk memantau kondisi lapangan.
Apabila ditemukan kembali titik panas atau indikasi munculnya api, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan kepolisian untuk melakukan penanganan.
“Dan selanjutnya kami dari Dinas LH, tetap akan melakukan pemantauan tersendiri. Terus pasca ini akan kami tugaskan menggilir semua personel LH, dan nanti bila ada sesuatu hal pasti akan berkoordinasi dengan Pak Kalak BPBD, Pak Damkar, Pak Kapolres juga terkait misalkan ada titik-titik api yang menyala,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, keberhasilan mengendalikan kebakaran hingga tidak menyisakan potensi api lanjutan merupakan hasil kerja sama lintas instansi dan dukungan berbagai pihak.
Ia secara khusus menyoroti keterlibatan Damkar Kabupaten Sukabumi yang turut membantu penanganan kebakaran di wilayah Kota Sukabumi. Baginya, koordinasi lintas daerah menjadi bukti pentingnya solidaritas antarpemerintah dalam menghadapi situasi kebencanaan.
“Kami ucapkan atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup, mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kejadian ini ada hikmahnya dan tidak akan terulang lagi,” ungkapnya.
Yudi juga mengapresiasi komunikasi antara pemerintah kota dan kabupaten yang memungkinkan dukungan personel pemadam kebakaran dapat dilakukan secara timbal balik ketika terjadi bencana di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem. Kawasan TPAS Cikundul menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian khusus karena memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di sekitar area TPA.
Yudi juga meminta pihak kecamatan dan kelurahan melibatkan pengurus RT dan RW untuk membantu menyampaikan imbauan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga di lingkungan sekitar.
“Yang pertama, tetap kita himbau ke masyarakat di kondisi cuaca ekstrem sekarang. Terutama di lokasi TPA, yang paling penting itu ke satu, jangan buang puntung rokok sembarangan, terus jangan melakukan pembakaran hal sekecil apa pun,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal bencana. Sebab, informasi pertama mengenai kejadian di lapangan umumnya berasal dari laporan warga.
Karena itu, Yudi berharap masyarakat turut menjaga kawasan TPAS dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan.
Operasi apel pendinginan pascakebakaran TPAS Cikundul secara resmi ditutup pada Sabtu (3/10/2026), sekitar pukul 15.30 WIB. Penutupan tersebut menandai berakhirnya operasi gabungan, sekaligus dimulainya pengawasan lanjutan oleh DLH Kota Sukabumi untuk memastikan kawasan TPA tetap aman dari ancaman kebakaran susulan, (Bkr/RAG).






