WARUNGKIARA, sukabumiinside.com — Pembangunan masjid yang didedikasikan atas nama AKBP Joko Agung Purnomo kembali menorehkan jejak kebaikan. Masjid yang berada di Kampung Cileutik, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus sumber keberkahan bagi masyarakat sekitar.
Peresmian masjid tersebut menjadi bagian dari komitmen keluarga AKBP Joko Agung Purnomo untuk berkontribusi dalam pembangunan tempat ibadah di Sukabumi. Hingga saat ini, pembangunan masjid yang telah diresmikan di wilayah Sukabumi tercatat mencapai tujuh masjid.
Hal itu disampaikan Ustadz Rustandi Abdul Qodir, salah seorang pendamping kegiatan pembangunan masjid, saat menjelaskan makna peresmian masjid tersebut.
“Beliau memberikan pesan khusus untuk Sukabumi itu 10 (masjid). Kemarin harusnya sembilan, ditambah lagi satu,” ujarnya, usai meresmikan masjid Joko Agung Purnomo, Rabu (23/9/2026).

Foto bersama usai meresmikan Masjid Joko Agung Purnomo di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). | Foto: Istimewa.
Menurutnya, pembangunan masjid tersebut tidak dilandasi kepentingan lain, melainkan sebagai bentuk keikhlasan untuk beramal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tujuannya pertama untuk amal jariyah beliau. Yang kedua untuk masyarakat sekitarnya supaya digunakan untuk ibadah kepada Allah SWT. Beliau tidak ada motif apa-apa, hanya ikhlas karena Allah SWT,” katanya.
Rustandi berharap masjid itu dapat menjadi sentra kegiatan keagamaan bagi warga Kampung Cileutik, Tipar, dan daerah sekitarnya. Selain menjadi tempat salat, masjid tersebut diharapkan mampu mempererat silaturahmi serta menghidupkan aktivitas keislaman masyarakat.
Rustandi memaknai pembangunan masjid sebagai bentuk investasi amal jariyah yang pahalanya diharapkan terus mengalir, baik selama seseorang masih hidup maupun setelah meninggal dunia.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang terputusnya amal manusia setelah meninggal dunia, kecuali tiga perkara, salah satunya sedekah jariyah.
“Intinya ini untuk bekal akhirat, untuk bekal mudah-mudahan selamat dunia akhirat dan keberkahan dalam hidupnya,” ungkapnya.
Rustandi juga menuturkan, pembangunan masjid menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan AKBP Joko Agung Purnomo di tengah aktivitas kedinasan dan usahanya.
Ia melihat adanya semangat untuk terus memperluas manfaat melalui pembangunan tempat ibadah. Dari rencana awal, jumlah masjid yang dibangun terus bertambah hingga ditargetkan mencapai 10 masjid di Sukabumi.
“Pancing pertama tiga, tambah lagi lima, 11, tambah lagi sekarang 20. Masya Allah,” tuturnya, menggambarkan perkembangan ikhtiar kebaikan yang dilakukan.
Terkait penggunaan nama Joko Agung Purnomo sebagai nama masjid, Rustandi menjelaskan bahwa sebelumnya pembangunan masjid juga menggunakan nama anak-anak dari tokoh tersebut.
Namun, setelah melalui pembicaraan dan sosialisasi, nama Joko Agung Purnomo kemudian digunakan sebagai bentuk penanda kontribusi dalam pembangunan rumah ibadah.
Rustandi menyebut, penggunaan nama tersebut bukan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai pengingat atas amal kebaikan yang telah diberikan.
Ia mencontohkan sejumlah masjid yang menggunakan nama sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Masjid Bilal, Masjid Ali bin Abi Thalib, Masjid Abu Bakar, dan Masjid Umar di Madinah.
“Memang tujuannya memberikan kontribusi buat amal saleh beliau,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan tiga masjid lainnya di Sukabumi masih ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Rustandi berharap seluruh rangkaian pembangunan tersebut dapat rampung pada bulan berikutnya.
Ia juga menyampaikan doa untuk Purnawirawan Karnosmardo yang selama ini turut hadir dalam kegiatan, tetapi kini sedang menjalani perawatan karena sakit.
“Mudah-mudahan beliau cepat sehat. Mudah-mudahan masjid ini membawa keberkahan untuk warga sini dan sekitarnya,” pungkas Rustandi.
Redaktur: Juliansyah






