Hari Santri 2026, Camat Warungkiara Ajak Santri Turun Tangan Bangun Daerah

Camat Warungkiara Toni Sugiarto menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan, Kamis (21/10/2026). | Foto: Istimewa

 

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan daerah. Tak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, santri juga diharapkan mampu mengambil bagian dalam mendorong kemajuan masyarakat melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

Bacaan Lainnya

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengajak seluruh santri di wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, untuk bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berkembang. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan generasi muda, hingga upaya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

“Santri jangan hanya menjadi bagian dari kehidupan pesantren, tetapi juga harus mampu berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. Kami mengajak para santri untuk bersinergi dan mendukung program-program Kecamatan Warungkiara,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam semangat peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial. Momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang dipelajari di pesantren, seperti keikhlasan, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama, memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kontribusi santri dibutuhkan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Toni Sugiarto berharap semangat Hari Santri dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program-program pembangunan di Warungkiara.

Pembangunan wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, santri dapat berkontribusi melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, bakti sosial, pemberdayaan masyarakat, serta gerakan menjaga kebersihan dan kerukunan lingkungan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan kalangan pesantren. Dengan begitu, program kecamatan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama: menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai energi positif bagi pembangunan Kecamatan Warungkiara.

 

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *