CICURUG, sukabumiinside.com | Kepedulian sejumlah pelajar dan perangkat Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berbuah manis. Seorang anak laki-laki yang ditemukan seorang diri di sekitar Jembatan Leuwipeucang pada Jumat (7/8/2026) akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya hanya beberapa saat setelah informasi mengenai keberadaannya disebarluaskan.
Anak tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah pelajar SMP Negeri 1 Cicurug di sekitar jalan dekat Jembatan Leuwipeucang. Melihat anak itu sendirian dan kebingungan, mereka kemudian membawanya ke Kantor Desa Mekarsari agar mendapat penanganan.
Kasi Kesos Desa Mekarsari, Rizal Aprizal, mengatakan dirinya baru mengetahui keberadaan anak tersebut setelah kembali ke kantor desa usai melaksanakan Salat Jumat.
“Kebetulan tadi kami kan Jumatan. Pulang dari Jumatan itu, saya datang ke desa, itu anak sudah ada di desa. Ada yang bawa. Yang bawanya itu anak sekolah SMP Negeri 1 Cicurug,” kata Rizal.
Setelah menerima laporan, Rizal berupaya menggali informasi dari anak tersebut. Namun, anak itu belum mampu menjelaskan identitas maupun asal-usulnya secara lengkap.
“Saya tanya, ‘Adek, ini siapa? Kenapa ada di sini?’ ‘Enggak tahu, Pak. Saya temuin di jembatan, di jalan dekat jembatan itu, Jembatan Leuwipeucang,'” ujarnya.
Anak tersebut hanya menyebutkan namanya Jio. Ia juga mengatakan sebelumnya datang bersama ayahnya, tetapi tidak mengetahui alamat rumahnya. Menurut Rizal, anak itu juga mengaku masih bersekolah di PAUD.
“Cuma dia ngasih tahu nama aja, ‘Jio,’ katanya seperti itu. ‘Tadi ke sini sama Ayah.’ Rumah enggak tahu di mana dan sekolah juga masih PAUD,” tutur Rizal.
Karena identitas keluarga belum diketahui, pihak desa kemudian menyebarkan informasi melalui sejumlah grup WhatsApp. Informasi tersebut selanjutnya menyebar di media sosial hingga akhirnya sampai kepada orang tua anak.
Menurut Rizal, ayah anak itu mengaku mengetahui keberadaan putranya setelah melihat unggahan di Facebook.
“Kalau saya sendiri, di-share lewat grup WA. Tapi pengakuan orang tuanya, ‘Saya lihat di Facebook,’ katanya,” kata Rizal.
Sebelum menyerahkan anak tersebut, Rizal memastikan terlebih dahulu bahwa pria yang datang benar merupakan ayahnya dengan menanyakan langsung kepada sang anak.
“Saya kan pastikan dulu, ya. ‘Itu ayah benar, Dek?’ ‘Iya, iya benar,’ katanya,” ucap Rizal.
Rizal juga sempat menanyakan kronologi terpisahnya anak dengan ayahnya. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, keduanya semula bepergian menggunakan sepeda motor. Saat sang ayah berhenti sejenak di suatu tempat, anak tersebut diduga turun tanpa disadari hingga akhirnya terpisah.
“Iya, Pak, tadi teh lagi di motor, terus tiba-tiba berhenti dulu. Enggak tahu ke warung, enggak tahu apa ya tadi orang tuanya bilang. Tahu-tahu pas lihat anak sudah enggak ada. Saya cari-cari, alhamdulillah ada di sini,” ujar Rizal menirukan keterangan ayah anak tersebut.
Rizal mengatakan orang tua anak memang tengah melakukan pencarian. Setelah seluruh identitas dipastikan, anak tersebut kemudian dibawa pulang oleh keluarganya.
Diketahui, anak tersebut berasal dari Desa Caringin, Kecamatan Cicurug. Berkat kepedulian para pelajar, respons cepat perangkat desa, serta penyebaran informasi melalui media sosial, peristiwa yang sempat menimbulkan kekhawatiran itu berakhir dengan sang anak kembali ke pelukan orang tuanya.
Redaktur: RAG






