WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Janji bukan sekadar ucapan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuktikannya. Setelah setahun berlalu sejak program Muhibah Ramadan 1445 Hijriah 2024, hadiah umrah yang dijanjikan akhirnya benar-benar direalisasikan.
Sebanyak 43 warga terpilih resmi diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah. Mereka bukan orang sembarangan, melainkan sosok-sosok yang selama ini setia mengabdi di lingkungan keagamaan, mulai dari marbot, pengurus masjid, ustaz, kyai hingga guru ngaji yang belum pernah menginjakkan kaki ke Tanah Suci.
Pelepasan Jamaah Umroh berlangsung di Aula Pondok Pesantren Assalam Putri, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut.
“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi menuntaskan kewajibannya, janji ketika memberikan hadiah pada Muhibah Ramadan 1445 Hijriah tahun 2024,” ujarnya, Senin (27/7).
Tak hanya dari APBD, keberangkatan ini juga menjadi bukti kuat kolaborasi antara pemerintah dan para dermawan. Dana pemberangkatan berasal dari kontribusi para “agniya”, sebutan bagi hamba Allah yang dengan ikhlas menyisihkan hartanya.
“Alhamdulillah hari ini kita berangkatkan 43 orang. Sumbernya dari para agniya yang menyumbangkan hartanya dengan ikhlas,” tambahnya.
Para jemaah dijadwalkan mulai bertolak pada pagi hari pukul 08.00 WIB. Mereka berasal dari sekitar 11 kecamatan yang sebelumnya mengikuti rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan.
Program ini bukan hanya soal perjalanan religi, melainkan bentuk penghargaan nyata bagi mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kehidupan spiritual masyarakat.
Kriteria penerima pun cukup ketat: mereka harus aktif dalam kegiatan keagamaan dan belum pernah menunaikan ibadah umrah.
“Ini bentuk perhatian kepada para marbot, ustaz, guru ngaji yang belum pernah umrah. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud berkat dorongan para donatur,” jelas Andreas.
Dalam pesannya, Wakil Bupati menekankan tiga hal penting kepada para jemaah, menjaga kesehatan, menjaga nama baik daerah, dan tidak lupa mendoakan Sukabumi.
“Doakan Kabupaten Sukabumi agar semakin mubarokah,” pesannya.
Kabar baiknya, program ini tidak berhenti di sini. Pemerintah memastikan Muhibah Ramadan akan kembali digelar di tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar.
“Insya Allah ke depan bisa lebih meriah lagi dan lebih banyak hadiahnya,” pungkasnya.
Program ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa melahirkan kebijakan yang tidak hanya menyentuh, tapi juga membawa keberkahan nyata bagi banyak orang.
Redaktur: Juliansyah






