BANTARGADUNG, sukabumiinside.com | Keluhan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang terdampak pergeseran tanah akhirnya mendapat respons langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Respons itu disampaikan Dedi setelah aspirasi warga, terutama keluhan ibu-ibu korban pergeseran tanah yang menanti kepastian relokasi, viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.
Dedi mengatakan, dirinya telah menerima laporan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait penanganan warga terdampak. Berdasarkan laporan tersebut, Pemkab Sukabumi telah memberikan bantuan uang kontrak kepada warga sebesar Rp3 juta.
“Pemda Kabupaten Sukabumi telah memberikan uang untuk kontrak, memang nilainya Rp3 juta. Biasanya standar provinsi Rp10 juta, tapi mungkin kemampuan keuangan kabupaten terbatas,” ujar Dedi.
Selain bantuan uang kontrak, kata Dedi, Pemkab Sukabumi saat ini tengah melakukan negosiasi dengan pihak swasta dan perusahaan perkebunan untuk menyediakan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi relokasi warga Cijambe.
“Pemda Sukabumi sekarang lagi bernegosiasi dengan pihak swasta, pihak perkebunan untuk memberikan lahan untuk relokasi di tempat yang lebih nyaman dan aman,” katanya.
Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan Pemkab Sukabumi sebelumnya juga telah berkirim surat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan dana relokasi dan pembangunan rumah bagi warga terdampak pergeseran tanah.
Namun hingga kini, berdasarkan laporan yang diterimanya, belum ada kepastian atau konfirmasi dari BNPB terkait bantuan tersebut.
“Pemda Sukabumi sebenarnya sudah berkirim surat ke BNPB untuk minta bantuan dana relokasi pembangunan rumah bagi warga yang mengalami pergeseran tanah. Dan sampai sekarang katanya belum ada konfirmasi,” ungkapnya.
Agar persoalan tidak terus berlarut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini meminta Pemkab Sukabumi mempercepat penyediaan lahan relokasi. Setelah lahan tersedia, Pemprov Jabar memastikan akan memberikan bantuan pembangunan hunian bagi warga terdampak.
“Nanti kami memberikan bantuan untuk pembangunan rumahnya. Rumahnya harus panggung agar ketika ada pergeseran tanah tidak ambruk. Nah, kami siapkan Rp40 juta per rumah,” tegas Dedi.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat ini menjadi titik terang baru bagi warga Cijambe yang selama berbulan-bulan menanti kepastian tempat tinggal pascabencana pergeseran tanah.
Kini, percepatan penyediaan lahan menjadi kunci agar rencana relokasi dan pembangunan rumah bagi warga terdampak dapat segera direalisasikan. Dedi pun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan tersebut.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih. Mohon maaf atas keterlambatan penanganannya,” pungkas Dedi.
Redaktur: Juliansyah






