Puntung Rokok Jadi Dugaan Awal Kebakaran Kebun Jati di Bantargadung

Kondisi saat kebun jati seluas 2 Hektare di Bantargadung terbakar pada, Kamis (3/9/2026). Foto: Istimewa

 

 

BANTARGADUNG, sukabumiinside.com | Kebakaran melanda lahan perkebunan jati di Kampung Citamiang, RT 04/RW 06, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) petang.

Kapolsek Warungkiara AKP H.R. Retno Panji Setiaji mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WIB oleh warga bernama Otoy (48). Saat itu, Otoy melihat percikan api dari arah lahan kebun jati yang berada tidak jauh dari jalan raya.

“Setelah melihat adanya api, saksi langsung menghubungi Ketua RT dan bersama warga berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong,” kata AKP H.R. Retno Panji Setiaji, Kamis (3/9/2026).

Lahan yang terbakar merupakan kebun jati milik Marta, warga Padang, Sumatera Barat. Kebun tersebut saat ini dikelola oleh Wiwik, warga Kampung Baed, Desa Warungkiara.

Dari luas keseluruhan lahan sekitar 4 hektare, api dilaporkan membakar sekitar 2 hektare area perkebunan.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sukabumi tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Proses pemadaman kemudian dilakukan bersama personel Polsek Warungkiara, unsur Kecamatan Bantargadung, staf Pemerintah Desa Bantargadung, serta warga sekitar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.45 WIB. Selama kejadian tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi yang dilaporkan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan awal di lokasi, polisi menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan dan kemudian mengenai tumpukan daun jati kering.

Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi lahan yang berada di dekat akses jalan raya, sehingga memungkinkan adanya aktivitas warga atau pengguna jalan di sekitar lokasi.

Meski demikian, dugaan penyebab tersebut masih menjadi keterangan awal berdasarkan hasil pemantauan dan informasi saksi di lapangan.

“Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan ke tumpukan daun-daun kering di kebun jati. Namun kami tetap melakukan pengecekan di lokasi,” tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya saat berada di sekitar lahan yang dipenuhi material kering dan mudah terbakar.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta saling mengingatkan apabila melihat aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Waspada dan antisipasi sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *