KABANDUNGAN, sukabumiinside.com | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 berdampak pada belasan rumah warga di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan laporan sementara BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 17 rumah yang dihuni 17 kepala keluarga (KK) atau 52 jiwa tercatat terdampak.
Gempa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (15/10/2026) pukul 17.58 WIB. Sejumlah rumah permanen mengalami keretakan pada bagian dinding, sementara kerusakan ringan juga dilaporkan pada bagian dapur dan kamar.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa data dampak kejadian tersebut masih bersifat sementara berdasarkan informasi pemerintah desa dan warga.
Laporan petugas menyebutkan, dampak gempa terdata di wilayah Kampung Kaladi, RT 02/RW 06, Desa Tugu Bandung, serta sejumlah rumah warga di Kampung Cipanas, wilayah Kecamatan Kabandungan.
Di antara rumah yang dilaporkan terdampak di Desa Tugu Bandung adalah milik Ari Wahyudi (25), yang tercatat memiliki satu KK dengan tiga jiwa, serta Ace B (45), dengan satu KK beranggotakan enam jiwa.
Sementara itu, data warga terdampak di Kampung Cipanas mencakup keluarga yang tinggal di RT 17, RT 18, dan RT 19 RW 07.
Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi bangunan dan tingkat kerusakan di setiap rumah. Adapun nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam kajian.
Di tengah dampak kerusakan bangunan, laporan sementara BPBD menyebutkan belum ada warga yang mengungsi akibat gempa tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan bersama unsur terkait telah melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi rumah warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan awal, di antaranya pihak Kecamatan Kabandungan, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta memperhatikan kondisi bangunan yang mengalami keretakan setelah gempa.
Material bangunan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang diajukan untuk mendukung penanganan rumah warga terdampak.
Kebutuhan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan lebih lanjut, seiring dengan proses pendataan dan pengkajian tingkat kerusakan oleh petugas.
BPBD Kabupaten Sukabumi masih menghimpun informasi mengenai kondisi di lapangan. Jumlah rumah terdampak, tingkat kerusakan, serta taksiran kerugian dapat diperbarui sesuai hasil asesmen lanjutan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Warga yang mendapati keretakan pada bagian bangunan disarankan menghindari area yang berpotensi membahayakan hingga kondisinya dinilai aman.
Sumber: Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi
Redaktur: Juliansyah






