Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin ke Sukabumi, BPBD Imbau Warga Waspada

Ilustrasi Imbauan BPBD Sukabumi. | FOTO//Ist

KABSUKABUMI, sukabumiinside.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang terbawa arah angin hingga wilayah Kabupaten Sukabumi.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengabaikan langkah-langkah perlindungan diri, terutama apabila abu vulkanik mulai dirasakan di lingkungan tempat tinggal maupun saat beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dan aktivitas erupsi menghasilkan material berupa abu vulkanik serta lontaran batu pijar.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun PVMBG,” demikian imbauan yang disampaikan dalam informasi kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi.

BPBD juga mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah dampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Paparan abu dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak dada, serta iritasi pada kulit.

Selain itu, sebaran abu berpotensi mengganggu jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin, terutama ketika bercampur dengan gerimis. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan, khususnya kendaraan roda dua.

Untuk mengantisipasi dampaknya, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama masker N95 atau masker medis berlapis ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata.

“Kurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak dan tutup rapat pintu serta jendela rumah,” demikian salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan BPBD.

Masyarakat juga diminta mengamankan sumber air bersih dengan menutup rapat tempat penampungan atau tandon air agar tidak tercemar endapan abu vulkanik. Bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang berasal dari luar ruangan juga perlu dicuci hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas. “Perkembangan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya perlu dipantau melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Sukabumi, PVMBG, maupun Badan Geologi,” pungkasnya.

 

 

 

Redaktur: RAG

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *