CIEMAS, sukabumiinside.com | Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI menggenjot pembangunan infrastruktur pedesaan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Salah satu sasaran utamanya adalah pembangunan jalan sepanjang 2 kilometer di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Program tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE., pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses yang lebih baik terhadap pelayanan publik dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Andreas menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi yang telah menginisiasi dan mendukung percepatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan TMMD,” ujar Andreas.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong dinilai penting agar pembangunan lebih tepat sasaran serta sesuai kebutuhan warga.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, mendukung penuh pelaksanaan TMMD yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya adalah pembangunan jalan dengan konstruksi lapisan penetrasi (lapen) sepanjang 2.000 meter.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses warga, mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi, serta meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan maupun kesehatan.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga mencakup sejumlah pekerjaan fisik lainnya, seperti pembuatan sumur bor, pembangunan atau perbaikan fasilitas pendukung, serta rehabilitasi jembatan.
Program ini turut diisi kegiatan nonfisik dan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kreativitas, serta kemandirian masyarakat desa.
“Melalui program TMMD ini, mari kita terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong agar pembangunan berjalan merata dan terpadu, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” kata Andreas.
Sementara itu, Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri, dengan dukungan pemerintah daerah.
Menurut Agung, kegiatan utama TMMD akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Namun, sejumlah pekerjaan fisik telah dimulai melalui tahapan Pra-TMMD sejak 20 September 2026 untuk mengoptimalkan waktu pengerjaan.
“Untuk kegiatan TMMD ini, kita melibatkan sampai dengan 150 personel, terdiri dari Angkatan Darat, Laut, Udara, maupun kepolisian, yang juga dibantu oleh pihak pemerintah daerah. Kegiatan TMMD akan kita laksanakan kurang lebih selama satu bulan,” ungkapnya.
Agung menyebutkan, progres pekerjaan fisik pada tahap Pra-TMMD telah mencapai sekitar 65 persen. Pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pembangunan jalan, pembuatan sumur bor, pembangunan atau perbaikan fasilitas lainnya, serta rehabilitasi jembatan.
Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-130 menghadapi tantangan berupa kenaikan dan fluktuasi harga material, terutama aspal yang digunakan untuk mendukung pekerjaan infrastruktur jalan.
Meski demikian, Agung menegaskan bahwa perubahan harga material tidak akan dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pekerjaan. Seluruh pembangunan tetap diarahkan agar sesuai target dan spesifikasi yang telah ditentukan.
“Memang harga material saat ini mengalami fluktuasi yang cukup besar. Namun, komitmen kami, kenaikan harga tersebut tidak akan mengurangi kualitas pekerjaan. Pembangunan tetap dilaksanakan sesuai target dan spesifikasi yang telah ditentukan,” tandasnya.
Redaktur: Juliansyah






