SUKARAJA, sukabumiinside.com | Seorang pria berinisial A yang mengaku sebagai wartawan diamankan jajaran Polsek Sukaraja setelah diduga melakukan intimidasi dan pemerasan terhadap sejumlah guru di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga melakukan tes urine terhadap A dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Hasil pemeriksaan menunjukkan A positif mengandung amfetamin.
Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, mengatakan pihaknya langsung mengamankan terduga pelaku setelah menerima informasi mengenai keributan di lingkungan sekolah.
“Tadi terjadi dugaan oknum wartawan yang ngamuk di salah satu sekolah dasar di wilayah Sukaraja. Ketika kita menerima informasi, langsung kita amankan dan sekarang lagi dalam proses penyelidikan,” ujar Kompol Aguk Khusaini, Senin (31/8/2026).
Menurut Aguk, polisi masih mendalami motif aksi tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Motifnya untuk sementara masih kita dalami karena kita perlu memeriksa saksi-saksi yang ada. Diduga memang seperti itu (minta uang), tapi nanti akan kita dalami,” jelasnya.
Selain pemeriksaan terhadap saksi, kepolisian melakukan tes urine terhadap A menggunakan alat yang disediakan BNNK.
“Tadi sudah kita lakukan tes urine dengan alat dari BNNK. Setelah dilakukan tes urine, hasilnya positif,” ungkap Aguk.
Sementara itu, polisi menyebut terduga pelaku diproses atas dugaan pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan. Penyidik menerapkan sejumlah pasal dalam proses penanganan perkara tersebut.
“Untuk pasal dugaan yakni Pasal 483 KUHP dan Pasal 488 KUHP juncto Pasal 126 KUHP. Dengan ancaman hukuman satu tahun penjara,” tegas dia.
Sebelumnya, viral di media sosial dan WhatsAap Group (WAG) tentang vidio oknum wartawan berinisial A yang didiuga mengintimidasi Kepada Guru Sekolah Dasar Negri (SDN) Sukaraja 2.
Dalam vidio tersebut, terlihat A diduga membentak sejumlah guru hingga merampas telepon seluler milik seorang guru berstatus PNS yang merekam kejadian tersebut.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian kejadian serta motif di balik aksi tersebut.
Redaktur: RAG






